Love in Bali Part 4



Love in Bali Part 4
Oleh Joko Septiono

Tepat tanggal 23 November aku berangkat ke Thailand. Siang itu dengan diantar oleh pak Joni dan bu Ninik, aku menuju bandara. Sebuah pesawat Star Airlines siap membawaku terbang. Berbekal keberanian dan surat tugas aku berangkat seorang diri.

Kurang lebih satu jam perjalanan aku sampai di bandara di Thailand. Dua orang dari perusahaan telah bersiap menjemputku. Aku langsung menuju keduanya yang sudah menunggu di luar pagar. Dialah pak Toto atau Mas Toto biasa aku memanggilnya, juga seorang temannya, Mas Indra.

Dia masih satu perusahaan yang sama denganku yang lebih dulu bekerja di sana. Dialah satu-satunya orang yang kukenal di sana dan dia jugalah yang kelak menjadi instrukturku dalam bekerja.

Sore itu aku langsung di bawa ke asrama untuk beristirahat. Aku menempati kamar nomor 17 yang berada di lantai bawah. Kamar yang berisi 3 tempat tidur ini memang tak begitu luas, tapi cukup untuk beristirahat. Bersama Mas Toto dan Mas Indra aku tinggal.

Mas Toto berasal dari Jakarta. Beliau adalah pemenang kontes 4 tahun lalu. Sedangkan Mas Indra utusan dari salah satu perusahaan automotif di Jakarta. Mereka sama-sama orang yang beruntung, yang mendapatkan kesempatan untuk belajar dan bekerja di sini.

Keesokan harinya, seperti biasa aku bangun pagi dan berkemas. Aku bersiap untuk menghadap staf perusahaan hari itu. Dengan di dampingi Mas Toto yang sudah berpengalaman. Sembari menunggunya aku duduk di depan teras. Kuminum Secangkir teh yang sudah di siapkan pelayan di meja depan.

Tak lama menunggu, mobil jemputan pun tiba, kami bertiga segera menaikinya. Rupanya sudah ada beberapa orang di dalam. Aku menatap satu persatu orang yang duduk sambil tersenyum tipis tanda salamku pada mereka. Tak satu orang pun yang aku kenal. Lantas aku duduk di samping Mas Indra yang sudah duduk terlebih dulu.

Kulihat sesekali MasToto berbincang dengan salah satu orang yang duduk di depannya. Aku tak begitu paham apa yang mereka bicarakan. Setahuku, keduanya menggunakan bahasa inggris. Mereka pun sesekali tertawa renyah.

Tak lama aku sampai di lokasi perusahaan. Bus yang kami tumpangi langsung parkir di depan sebuah kantin besar. Rupanya ini adalah kantin tempat para pegawai makan pagi sebelum memulai bekerja. Aku ikut saja tatkala semua penumpang turun. Mas Toto sedikit memberi tahuku beberapa tempat kebiasaan pegawai di sini.

Aku masuk dan duduk di bangku pojok sesuai petunjuk Mas Toto. Nampak Mas Toto masuk ke ruang dalam meninggalkanku dan Mas Indra. Sejenak mataku melihat keadaan sekitar. Banyak tulisan yang aku tak tahu maksudnya. Tak lama Mas Toto keluar bersama salah satu orang pelayan kantin. Dia menyapaku dengan renyah. Rupanya dia juga orang Indonesia, Pak Romi namanya. Aku berkenalan sembari menjawab pertanyaan yang dia ajukan.

Setelah sarapan aku langsung di bawa Mas Toto masuk ke ruang kantor. Aku duduk di sofa tamu di sampingnya. Kemudian datang seorang staf menghampiri. Yang kali ini dilihat dari raut mukanya bukanlah orang Indonesia. Benar saja dia Mr. Yoldy dari Australia. Aku memang tidak asing dengan orang ini. Aku pernah melihatnya beberapa kali saat ia berkunjung di Indonesia. Wajar saja Mas Toto langsung akrab dengannya.

Setelah dirasa cukup untuk mengisi data kelengkapan diri aku diperbolehkan masuk perusahaan bersama Mas Toto. Aku diajal berkeliling untuk melihat beberapa aktivitas di sana. Mas Toto pun tak henti-hentinya memberi segala informasi penting yang ada. Sungguj pengalaman menakjubkan kala itu.



Komentar

  1. Idddiiih.... Ayah Jesi pernah bertandang ke Negeri Gajah Putih. Pengalaman yang menarik nih.. nyok lanjutkan

    BalasHapus
  2. Aku selalu suka baca tulisan ayah jesi, tidak terlalu banyak tapi enak aja gitu dibaca.

    BalasHapus
  3. Mantulll ayah. Bisa datang ke Thailand. Pengen dong kerja di luar negeri

    BalasHapus
  4. banyak pengalamannya ya bang..
    ada typo bang di paragraf terakhir "sungguj"

    BalasHapus
  5. Wah, keren Ayah Jesi ke Thailand 😀

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dua Tahun Saja Post 5

Tantangan Kedua: Ayah Jesi Bercerita

ULASAN PADAT BUKU JUZ 'AMMA TAFSIR AL AZHAR