Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2019

Sesuatu yang Hilang Part 2

Gambar
Part 2 Sesuatu yang Hilang Oleh Joko Septiono Kudengar suara sepeda motor menderu. Aku tahu, itu kendaraan roda dua milik istriku yang sedang dinyalakan. Oh, rupanya ia sudah akan berangkat ke Cilacap kota sana. Ya sudahlah. Kuizinkan ia berangkat dengan segala do'a. Semoga harinya dan hariku menyenangkan, juga hari kita semua. Sejenak aku melupakan, apa yang ia cari. Apakah ia sudah menemukannya? Atau sesuatu yang dicarinya itu benar-benar hilang? Ah, sudahlah. Biarkan saja dulu, sekarang masih terlalu pagi untuk menafsirkan hal yang terlalu berat. Aku masih mengantuk, pergi tidur kembali rasanya jadi jalan terbaik. Siapa tahu, aku bisa menemukan jawabannya dalam mimpiku, sebentar lagi. Aku tertidur lagi. Merapat kembali, memeluk puteri kecil dalam kesejukan pagi. Aku tidak tahu, jika istriku telah mengirimkan beberapa pesan di WhatsApp grup keluarga. Ia menanyakan sesuatu yang dicarinya sejak tadi. Sesuatu yang mungkin baru saja hilang? Atau sesuai yang sudah lama...

Tantangan Pekan Terakhir: Biografi Singkat Betty Irwanti Joko: Pj Odop Batch 7

Gambar
Untukmu, PiJe, Kekasih Hatiku  (Biografi Betty Irwanti Joko:  Pj Odop Batch 7 Grup Tokyo) Oleh Joko Septiono  Untukmu, Ibu Jesi yang selalu di hati Biografi ini aku persembahkan  Seperti tulisan-tulisan yang sering kausuguhkan Anggap ini sebagai balasan Sayang, terima kasih telah mengajakku di kelas menulis yang luar biasa  ini. Saat pertama kali engkau mengajak, kupikir aku takkan bisa bertahan hingga sejauh ini. Nyatanya, aku mampu dan aku bisa. Semua ini jelas sebab karenamu dan karena-Nya. Izinkan aku menuliskan biografi ini, untukmu, PiJe, Kekasih Hatiku. 🌷 Betty Irwanti itu nama lengkapnya. Wanita kelahiran kota pinggiran selatan pulau Jawa, 32 tahun lalu ini memang luar biasa. Kiprahnya di dunia menulis memang masih tergolong baru. Memulai aktivitas menulis sejak akhir tahun 2017, ibu dari Cleverona Bintang Aljazira ini punya segudang prestasi yang sangat membanggakan.  Beberapa buku telah lahir dari core...

Ayah Jose Berharap

Gambar
Ayah Jose Berharap Memasuki pekan terakhir Ngodop, rasanya hati ini berdebar. Kenapa? Karena tidak terasa juga ya, hampir dua bulan penuh saya menuliskan apa yang ada di pikiran menjadi sebuah cerita yang suatu suatu saat bisa jadi menjadi kisah. Kemarin, saya menemani istri, dengan membawa serta puteri kecil kami ke acara kopdar para blogger area Cilacap dan sekitarnya. Ah, saya pikir acara bakal ramai. Ternyata hanya segelintir orang yang datang dan kegiatannya memang santai, tidak resmi seperti yang saya bayangkan. Saya juga tidak terlalu memperhatikan karena harus menjaga Kakak Jesi. Saya berharap kelak, bisa ikut bergabung bersama mereka. Menjadi blogger yang berguna dan menghasilkan. Saya berharap kelak, saya bisa menjadi seperti istri yang sudah banyak menghasilkan karya dari aktivitas ngeblognya setiap hari. Saya berharap, di pekan terakhir Ngodop ini, saya bisa bertahan dan lulus dengan banyak ilmu yang saya dapatkan. Meski saya sering diam dalam berbagai kesem...

Love in Bali Part 8

Gambar
Love in Bali Part 8 Oleh Joko Septiono Pak Brahim adalah salah satu orang yang memuji kemiripanku dengan wajah Bella. Aku masih ingat beberapa waktu lalu saat aku dan Bella mengunjungi rumah beliau. Saat itu kami sedang mencari donatur untuk acara yang hendak kami adakan. Pak Brahim memuji kemiripan wajah kami. Bahkan menganggap bahwa aku dan Bella adalah kakak adik. Kami hanya tersenyum dan tersipu mendengar ungkapannya. Sungguh buatku itu sebuah doa dari sang kyai. Iya, Pak Brahim adalah juga seorang kiyai. Seorang tokoh ulama yang kemudian merambah dunia politik kemudian. Pak Brahim beliau adalah salah satu anggota dewan yang berasal dari desa kami. Beliau juga guru ngajiku waktu masih SD. Beliau tidaklah asing bagiku dan Bella. Kami sudah mengenalnya sejak kami masih kecil. Aku mengenal pak Brahim sebagai guru sekaligus sebagai orangtua kedua. Keakraban ini yang membuat beliau sangat mendukung hubunganku dengan Bella. Karena beliau juga mengenal Bella dan juga kelu...

Love in Bali Part 7

Gambar
Love in Bali Part 7 Tak hanya satu orang yang  berkomentar mengenai kemiripan wajahku dengan wajah Bella. Ada beberapa orang yang mengatakan hal demikian. Kembali lagi aku sendiri tak tahu dari mana miripnya. Dialah Murni, orang kedua yang mengatakan kemiripan kami. Murni teman kerja Bella yang juga tetangga satu RT denganku. Dengan komentar yang sama seperti yang pernah kudengar dari iin. Sore itu aku dan Bella memang sengaja berkunjung ke rumah Murni yang kebetulan jaraknya tak begitu jauh. Hanya kurang lebih butuh waktu 3 menit untuk sampai ke rumahnya. Aku dan Bella memang sering berkunjung ke rumahnya. Entah karena ada perlu penting ataupun sekedar main untuk mengobrol. Seperti yang kali ini kami lakukan. Kami berkunjung tanpa perlu ada Hal apa pun yang mendesak penting. Aku dan Bella hanya berkunjung karena mendapat undangan dari Murni. Kami hanya mengobrol ringan seputar pelaksanaan acara reuni yang sudah tetlaksana beberapa waktu lalu. Aku ikut terlarut dalam ...

Love in Bali Part 6

Gambar
Love in Bali Part 6 Oleh Joko Septiono 🙏 Hampir dua bulan aku menjalani kehidupan di sini. Kekalutanku telah sempurna berubah menjadi keinginan untuk segera pulang ke Jakarta. Kerinduan itu rasanya tak bisa dibendung lagi. Tanpa rasa malu aku ungkapkan semua ini kepada Mas Toto. Tanpa menunggu lama Mas Toto  pun bertindak. Mas Toto dengan sigap menguruskan rencana kepulanganku. Dia bolak-balik menghadap staf HRD perusahaan. Tidak betah menjadi alasanku selain sakitku beberapa waktu lalu memperkuat keinginan minta kembali ke Jakarta. Pihak perusahaan pun  tidak mempersulit proses itu. Karena visa yang kupunya memang masih berlaku. Jadi aku bisa kapan saja pulang. Tak menunggu lama, selang beberapa hari aku diterbangkan kembali ke Jakarta. Sedikit lega pikirku bisa kembali ke Indonesia. Setibanya di Jakarta aku langsung menemui Pak Joko. Dia adalah manajer training saat itu. Beliau pun menyambutku dengan suka cita tanpa raut marah padaku. Tak seperti yang kukira seb...

Love in Bali Part 5

Gambar
Love in Bali Part 5 Oleh Joko Septiono Hari pertama bekerja menjadi pengalaman pertamaku yang tak akan kusia-siakan. Berpakaian rapi dengan seragam baru menjadi kebanggaan tersendiri. Bersiap bertemu teman baru, suasana baru menambah semangatku pagi itu.  Seperti hari kemarin pagi, saat aku bersiap diri. Kusempatkan menyeruput secangkir teh hangat yang sudah disiapkan  di meja depan. Hangat dan wangi aroma teh khas Thailand mengawali hariku. Memang rasanya masih sedikit aneh tak seperti kebanyakan teh di Indonesia. Namun lambat laun lidahku mungkin akan terbiasa dengan rasa itu.  Bus pekerja berwarna kuning melintas di hadapanku. Aku yang sudah cukup lama menunggu langsung saja menaikinya. Kuambil posisi duduk di barisan bangku paling belakang. Sembari menikmati perjalanan pagiku yang tak begitu jauh.  Sesampainya di perusahaan, waktu makan pagi langsung menjelang. Pegawai berkumpul di kantin bersiap untuk sarapan. Begitu juga denganku ikut...

Jiwaku Rapuh

Gambar
Rapuh jiwaku     Hatiku rapuh saat ini Bertubi tubi pukulan itu menghantam Menghujam meremukan segala rasa Menyita selera di dalam hati Walau kadang terlihat kuat Tapi sesungguhnya aku rapuh Hati ini tak sekeras baja Yang bisa menahan gejolak jiwa Hati ini terkadang lemah Selemah lumut di atas bebatuan Yang harus tetap tumbuh dan menghijau Meski batu takkan pernah menjadi lumpur Hatiku rapuh saat ini Menangis menjadi jalan pilihan Tapi apa daya mata tak boleh sembab Air mata kutahan dalam dalam Bersembunyi dalam sebuah senyuman Hampa garing tak bernyawa Hanya gerak bibir sebagai tanda Agar jiwa tak lagi beronta Menjaga hati tetap ceria Aku hanya manusia biasa Yang hatinya sering rapuh Yang bisa rapuh kapan saja Percayalah

Love in Bali Part 4

Gambar
Love in Bali Part 4 Oleh Joko Septiono Tepat tanggal 23 November aku berangkat ke Thailand. Siang itu dengan diantar oleh pak Joni dan bu Ninik, aku menuju bandara. Sebuah pesawat Star Airlines siap membawaku terbang. Berbekal keberanian dan surat tugas aku berangkat seorang diri. Kurang lebih satu jam perjalanan aku sampai di bandara di Thailand. Dua orang dari perusahaan telah bersiap menjemputku. Aku langsung menuju keduanya yang sudah menunggu di luar pagar. Dialah pak Toto atau Mas Toto biasa aku memanggilnya, juga seorang temannya, Mas Indra. Dia masih satu perusahaan yang sama denganku yang lebih dulu bekerja di sana. Dialah satu-satunya orang yang kukenal di sana dan dia jugalah yang kelak menjadi instrukturku dalam bekerja. Sore itu aku langsung di bawa ke asrama untuk beristirahat. Aku menempati kamar nomor 17 yang berada di lantai bawah. Kamar yang berisi 3 tempat tidur ini memang tak begitu luas, tapi cukup untuk beristirahat. Bersama Mas Toto dan Mas Indra aku...

Ayah Jose Berpesan

Gambar
Ayah Jose Berpesan "Kakak, terima kasih sudah manut sama Ayah, ya!" begitu kataku sore ini pada puteri kecil yang hendak pergi tidur. "Iya, Ayah." jawabnya singkat. "Besok, ayah sudah kerja lagi. Kakak yang manut sama Embah ya, sama tante juga. Jagain dedek. Makan tinggal makan aja, nggam usah nungguin ayah pulang," "Iya, Ayah. Kalau Kakak kepengin minum, minum aja ya! Mimi teh, apa mimi bening?" "Mimi susu juga boleh. Nanti kalau susunya habis, Ayah beli lagi." "He eh." Iya, memang dua hari ini aku full menjaga puteri kecil. Sebab ibunya ada tugas negara. Sore, baru dia pulang. Itu juga karena permintaanku, meski sebenarnya ada kelas malam. "Ibu. Boleh tidak boleh, kamu harus pulang! Kasihan Kakak Jesi!" Malam Jumat kemarin, sebelum tidur aku berpesan begitu padanya. Dan, aku sedikit merasa bersalah, ketika tengah malam aku terbangun dari tidur, kulihat dia masih terjaga. "Ayah, ibu dari tadi b...

Demi Allah Semata

Gambar
Demi Allah Semata Sayang, masih ingatkah engkau Saat aku mengatakan bahwa Menikah itu mudah Namun yang susah adalah cari bekalnya Agar kelak kita tak dibuat susah karena Sayang, masih ingatkah engkau Ketika aku menjatuhkan hati Aku memilihmu Meski aku jauh dari jangkauan Demi Allah semata Ketetapkan pilihan hidup Padamu, perempuan bersih nan lugu Karena aku tahu cintamu begitu besar Padaku dan pada-Nya Demi Allah semata Kausuguhkan pilihan tersulit untukku Demi dua kata sakral itu Kamu bilang, persembahan Cinta Tuhan, aku masih ingat semua Saat tangisannya jatuh sebab aku Demi Allah semata Takkan kupalingkan mata meski Sekejap mata Demi Allah Semata Aku menyatakan cinta padanya

Sebuah Puisi: Demi Jesi Semata

Gambar
Demi Jesi Semata Sayang, aku tahu begitu cintanya engkau pada tugasmu Bahkan sering kulihat, perjuanganmu itu sudah melebihi kekuatanmu Tapi, ada yang lebih penting dari semua itu Yaitu, anakmu Sayang, aku tahu ini jelas bukan hal yang mudah Tapi, bagiku semua demi Jesi semata Anakku, anakmu, anak kita Cucu mereka Kasihan mereka, sudah menjaga sepanjang hari Demi kamu Kasihan mereka, mengabaikan kesehatan Demi anakmu Demi siapa lagi hidupmu kaupersembahankan Kalau bukan untuk anakmu Demi siapa lagi hidupku kupersembahkan Kalau bukan untuk dirimu Dan kalian semua Yakinlah, ini semua demi Jesi semata Semoga kekuatan akan diberikan Tuhan padamu Untuk menjalani semua Tanpa halangan suatu apa Demi kamu Demi aku Demi kita semua Demikian

Love in Bali Part 3

Gambar
Love in Bali Part 3 Oleh Joko Septiono Kabar rencana kepergianku ke Thailand pun sampai ke telinga Bella. Entah dari siapa dia bisa sampa menjadi tahu berita itu. Aku sendiri tidak pernah memberi tahu rencana itu. Kupikir bukan kapasitasku untuk memberikan kabar itu. Karena diantara kami memang belum ada ikatan hubungan apapun. Sore itu selepas aku pulang kerja. Tiba-tiba gadgetku berbunyi kencang. Langsung saja kukeluarkan dari dalam tas. Kulihat ada nama Bella di sana. Ternyata dia meneleponku. Dengan pelan kujawab panggilan Bella itu. Tak lama kemudian kami saling sapa ringan. Lama kelamaan kami terlibat obrolan cukup serius. Bella mempertanyakan kebenaran kabar rencana kepergianku ke luar negeri. Aku pun membenarkan kabar itu. Bella tampak terdiam, tak seucap kata pun keluar dari mulutnya. Aku tahu Bella sedikit bersedih mendengar kabar itu. Namun lagi-lagi alasan tak mau menunda kesempatan menjadi alasanku kepada Bella. Aku berusaha meyakinkan bella deng...

Tantangan Pekan Keenam: Feature Wisata Goes to Pantai Teluk Penyu Cilacap

Gambar
Tantangan Pekan Keenam Membuat Tulisan Feature Review Tempat Wisata Pantai Teluk Penyu Cilacap   Oleh Joko Septiono Sebelum saya menyelesaikan tantangan ini, izinkan saya membaca ulang tentang apa itu pengertian Feature. Seperti yang tertulis dalam laman web brainly.com,  Feature adalah tulisan hasil reportase (peliputan) mengenai suatu objek atau peristiwa yang bersifat memberikan informasi, mendidik, menghibur, meyakinkan, serta menggugah simpati atau empati pembaca. (LeSPI, 1999-2000). Penulisan ini tidak terikat oleh 5W + 1H dan tidak terikat waktu, jadinya lebih awet. Penulisan feature itu lebih santai dan fleksibel. Selain itu, feature lebih bersifat subyektif (tersirat opini atau sudut pandang penulis) sehingga opini itu tersamar dalam pelukisan suasana, penggunaan contoh-contoh, serta penyertaan nara sumber pilihan yang dapat dipertanggungjawabkan kredibilitasnya. Nah, setelah itu saya akan mulai menulis tentang review tempat wisat...

Love in Bali Part 2

Gambar
Part 2 Love in Bali (Perjuangan Meraih Cinta Sejati) Oleh Joko Septiono Dua bulan sudah aku menjalani kehidupan di Jakarta. Meninggalkan kampung halaman dan keluarga. Sesekali rasa rindu mendera hati. Bayangan wajah Bella menggelayut dalam ingatanku. Namun, demi untuk belajar menjadi seorang colorist aku harus siap dengan itu. Di PT. Citra Abdi Kawan Sejati(CAKS) yang tepatnya berada di Komplek Industri Jababeka 1 Cikarang Baru inilah aku belajar. Perusahaan distributor cat mobil yang cukup ternama. Selama itulah aku mendiami asrama bersama delapan teman lain. Asrama yang tak jauh dari lokasi tempat belajar. Dua bulan aku di asrama ini. Belajar ilmu yang sangat baru bagiku ternyata memberikanku banyak ilmu. Tak hanya ilmh tentang colorist. Tetapi juga ilmu kepribadian juga kuperoleh meski secara tidak langsung. Belajar  colorist bukan hanya belajar warna akan tetapi juga belajar kesabaran dan keuletan. Seperti kesabaranku menjalani hari-hariku sendiri tanpa Bella....

Love in Bali Part 1

Gambar
Part 1 Love in Bali Oleh Joko Septiono  (Cinta Tak Seindah Warna-warni Dunia) Tahun 2006 adalah tahun penuh warna bagiku. Kenapa? Ya karena di tahun ini bisa dibilang aku mulai mengenal cinta. Cinta yang sudah cukup lama tak kurasakan.  Cerita berawal pada saat pembentukan panitia reuni. Aku mengenalnya sebagai sosok wanita yang cantik, manis dan smart. Aku yang waktu itu terpilih menjadi ketua dan dia terpilih jadi sekretaris. Awalnya aku mengenal biasa saja. Tak ada rasa apapun di dalam benakku.  Dia adalah Bella, gadis lugu yang kukenal sejak saat itu. Gadis desa yang masih duduk di bangku kuliah ini sebenarnya tak asing bagiku. Selain rumahku tak begitu jauh dari rumahnya, sebenarnya kami pun sering ngaji bersama di masjid. Hanya saja perbedaan usia kami menjadikan kami tak saling kenal.  Seiring berjalannya waktu tugas kepanitian itu membuatku semakin sering bertemu. Intensitas bertemu yang sering ini menjadikan aku dan dia semakin...

Kakak Jesi Berceloteh

Gambar
Kakak Jesi Berceloteh Oleh Joko Septiono Suatu pagi, saat saya libur dari kerja, puteri kecil sudah terbangun dari tidurnya. "Ayah, ayah libur ya?" "Iya, sayang... Hari ini kita main sama-sama!" Puteri kecil terlihat sumringah, begitu pula sosok istimewa di sebelahnya. "Apa hari ini Ibu juga libur?" "Iya, sayang... Ibu mau ke dapur dulu apa boleh?" "Boleh, Kakak Jesi nanti main sama Ayah!" Sosok istimewa itu pergi meninggalkan kami, saya dan puteri kecil. "Jesi, jesi ayuk main!" "Ayah, ayah... Jangan panggil Jesi. Kakak Jesi. Kan udah punya dedek." Saya tersenyum. Oke baiklah sayang. Ada suara anak kecil memanggil-manggil puteri kecil. "Jesi, Jesi, main yuk!" Spontan puteri kecil bangun dan ke luar kamar. Menuju ruang keluarga di dekat kamar. "Kakak Jesi, bukan Jesi. Kan udah punya dedek..." Yang diajak ngobrol, diam. Langsung mengambil mainan yang ada di kardus. A...

Ayah Jose Berkisah

Gambar
Ayah Jose Berkisah Izinkan saya menceritakan sebuah kisah tentang saya dan anak pertama yang sangat saya cinta. Namanya Cleverona Bintang Aljazira. Jesi, begitu ia biasa dipanggil, adalah putri kecil saya yang selalu menantikan kepulangan di sore hari. Di usianya yang baru menginjak 2 tahun 9 bulan ini, dia begitu dekat dengan ayahnya, yaitu saya. Ikatan yang terjalin antara kami begitu kuat. Sampai sampai tak dapat saya memberikan sebuah perumpamaan untuk semua itu. Jesi putri kecilku yang cantik memang menjadi obat lelah bagi saya setiap harinya. Tidak ada kata capek ketika harus membersamainya di sela-sela waktu menjelang malam sampai saat dia akan beranjak tidur. Rasa lelah setelah seharian bekerja hilang seketika itu saat saya sudah bersamanya. Selepas pulang kerja saya biasa bercengkerama dengannya. Bercanda dan bermain bersama itu yang biasa kami lakukan. Bahkan beberapa hari belakangan, Jesi tidak mau makan kalau saya belum pulang. Orang di rumah kurang apa dalam...

Tantangan Pekan Kelima: Tulisan Kedua: Hujan Menyerta

Gambar
Tantangan Pekan Kelima Oleh Joko Septiono Puisi bertema hujan Tulisan Kedua 🎓 Hujan Menyerta Pagi itu masih terlalu buta Saat kumulai membuka mata Terjaga dari sebuah lena Pagi itu masih terlalu buta Terdengar suara guntur menggema Memecah pagi yang gelap gulita Saat kulihat di balik kaca Tak satu pun terlihat bercahaya Kilatan cahaya menjadi pertanda Pagi itu masih buta Terlalu dini aku mengira Tapi memang benar begitu adanya Pagi itu masih terlalu buta Tetesan mu menghanyutkan rasa Tak bisa kuberbuat apa Pagi itu masih terlalu buta Guyuran tak mampu patahkan jiwa Tetap kuberjalan bersama sang rasa Pagi ini hujan menyerta Membawa kesejukan bagi semua Juga bagi hatiku yang gulana Sayang, pagi ini hujan menyerta Sama seperti do'a dan hadirmu Yang selalu ada untukku dan semua Yang selalu kutahu setiap harinya Percayalah, aku selalu ada untukmu Seperti hujan yang menyertai pagiku kali ini Seperti kelopak yang merekah Suatu saat akan i...

Tantangan Pekan Kelima: Puisi Bertema Hujan, "Rindu Aroma Harummu"

Gambar
Tantangan Pekan Kelima Oleh Joko Septiono Puisi bertema hujan 🎓 Rindu Harum Aromamu Aku rindu harum aromamu Menelisik jauh menemani pagiku Lebih dari enam bulan lalu engkau menyerta Kini hadirmu belum juga menyapa Aku rindu aroma harummu Menerobos jauh melingkupi hariku Lebih dari enam bulan ini engkau tiada Kemanakah perginya dirimu? Aku rindu suara rintikmu Aku rindu peluk basahmu Desir angin siang ini mengejutkanku Lambaian pohon dan ombak jadi satu Tuhan, turunkanlah dia ke pangkuanku Agar bisa kurasakan harum aromamu Tuhan, jatuhkan dia ke hatiku Agar tak lagi kurasakan rindu itu Aku rindu padanya Pada hujan yang belum juga datang Pada aromanya yang membuatku tenang Bulan depan dan bulan ini aku menantikannya ##

Dua Tahun Saja Post Terakhir

Gambar
Post 25 Post Terakhir Dua Tahun Saja Oleh Joko Septiono Detik akhir perjalananku di malaysia kian terasa. Tepatnya menjelang hari raya Idulfitri tahun 2003 aku berencana pulang. Dan benar saja rencanaku itu mendapat lampu hijau dari sang majikan. Meski agak berat meninggalkan pekerjaan namun aku harus tetap meninggalkannya. Berat memang tapi bagaimana lagi keadaanku yang memaksa harus pulang. Kesempatanku untuk pulang dengan aman tak mungkin kusia-siakan. Entah kapan lagi akan ada kebijakan pemerintah untuk  TKI ilegal bisa pulang bebas. Tidak harus menggunakan kapal tongkang dan melalui jalan belakang. Cik Mazri pun tak berani menahanku. Dia hanya bisa berharap aku bisa kembali lagi secepatnya utuk melanjutkan kerjaku. Aku pun hanya bisa mengiyakan tanpa sanggup untuk berjanji. Masih teringat kejadian kemarin rasanya jera aku untuk  kembali lagi. Pagi itu tiba aku bersiap untuk mengakhiri petualanganku di sini. Kupandangi tiket pesawat yang kupegang. Bibirk...

Dua Tahun Saja Post 24

Gambar
Post 24 Dua Tahun Saja Oleh Joko Septiono SPLP atau Surat Perjalanan Laksana Paspor sudah kupegang. Kesempatan untuk pulang kampung pun sudah terbuka lebar. Ketakutan yang selama ini menghantuiku, sirna sudah. Betapa tidak, hidup sebagai pekerja ilegal membuatku tak bisa lelap tertidur. Ancaman terjadinya operasi keimigrasian atau biasa disebut ras selalu menjadi hantu menyeramkan. Operasi ras yang di adakan oleh satuan polisi diraja Malaysia memang bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja. Tak terkecuali di dalam pabrik pun bisa menjadi incaran untuk operasi ras. Sasaran mereka adalah pekerja ilegal sepertiku. Seperti yang terjadi beberapa waktu yang lalu. Pabrik tempatku bekerja pun tak luput dari incaran operasi ras. Waktu itu tepatnya menjelang tengah malam, saat kami semua para pekerja lelap tertidur. Tiba-tiba terdengar bunyi riuh di luar pagar. Aku yang sedang lelap tertidur seketika itu juga terbangun. Beberapa teman memberi tahuku akan ada ras. Mendengar kaba...

Dua Tahun Saja Post 23

Gambar
Post 23 Dua Tahun Saja Oleh Joko Septiono Hampir setahun aku bekerja di sini. Kepercayaan Cik Mazri semakin besar kepadaku. Tak hanya gaji karyawan yang aku handel, keuangan pabrik pun menjadi hal yang dipercayakannya padaku. Hampir seluruh keuangan pabrik, baik masuk maupun keluar aku yang mengurus. Membuat laporan keuangan masuk dan keluar menjadi tugas rutinku. Aku pun merasa sudah sangat nyaman dengan apa yang kudapatkan. Gaji yang tiap bulan kuperoleh aku percayakan pada Cik Mazri untuk menyimpannya. Sesekali aku mengirimkannya ke keluarga di kampung. Pada suatu hari aku mendapatkan informasi dari salah seorang teman. Informasi  dari kantor KBRI yang membuka pembuatan SPLP atau Surat Perjalanan Laksana Paspor. Mendengar hal itu aku tak mau menyia-nyiakan kesempatan. Aku langsung minta izin untuk pergi ke KBRI. Cik Mazri pun tak menghalangiku. Hari itu juga aku langsung menuju kantor KBRI yang berada di Kuala Lumpur. Dengan menggunakan bis aku berangkat...

Tantangan Keempat : Cinta Sang Kuri yang Hilang

Gambar
Cinta Sang Kuri yang Hilang Oleh Joko Septiono Pada kali ini saya akan membuat sebuah cerita rakyat yang bersumber pada cerita asal mula Gunung Tangkuban Perahu versi Ayah Jesi di Odop tantangan pekan ke-4. Cerita ini berjudul " Cinta Sang Kuri yang Hilang" yang saya improvisasi dari segi tokoh dan alur dengan kesimpulan mengalami kemiripan. Pada zaman dahulu ada seorang raja muda yang tampan. Karena ketampanannya itu ia di juluki Sang Kuri atau yang tak bisa tua. Ia juga biasa dikenal dengan raja Sang Kuri. Raja Sang Kuri memiliki seorang permaisuri yang tengah hamil. Raja Sang Kuri merasa bangga dengan kehamilan istrinya karena berharap akan ada keturunan yang akan mewarisi tahtanya kelak.  Pada suatu hari permaisuri melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik. Sang Kuri merasa senang dengan kelahiran anak pertamanya itu. Ia mengumumkan kelahiran anaknya ke seluruh pelosok negeri.  Namun tiba-tiba kebahagian Raja Sang Kuri lenyap tatkala mengetahui...