Dua Tahun Saja Post 22
Post 22
Dua Tahun Saja
Oleh Joko Septiono
Hari pertamaku bekerja di pabrik menjadi pengalaman tersendiri bagiku. Banyak hal baru yang kutemui di sini. Banyak hal yang belum pernah aku tahu, membuatku belum bisa berbuat lebih.
Aku hanya membantu pekerja yang lain. Belum ada pekerjaan khusus buatku. Tak ada pembicaraan gaji sebelumnya. Aku tak tahu berapa gajiku disini. Aku hanya bisa berharap bisa betah bertahan di sini sampai waktunya tiba. Sedikit harapan agar aku bisa berlindung pun menjadi alasan pentingku berada di sini.
Hari demi hari aku jalani dengan sepenuh hati, di sini. Tidak terasa hampir satu bulan aku bekerja. Cik Mazri belum merespon keberadaanku. Maklum orang sesibuk beliau, banyak sekali urusannya. Mungkin juga aku bukanlah orang penting yang harus dipikirkan. Aku tetap saja optimis dan tetap bekerja seperti bisa.
Suatu hari tanpa kuduga sebelumnya Cik Mazri memanggilku. Aku bergegas menuju ruangan pribadinya yang berada di lantai dua. Perlahan aku mengetuk pintu, beliaupun menyuruhku masuk. Sapaan dan obrolan ringan pun terjadi diantara kami berdua.
Tanpa kuduga ditengah obrolan itu Cik Mazri memberiku tugas kerja. Aku di tugaskan untuk membantu Mbak Nining mengurusi gaji semua pekerja. Karena dalam beberapa hari lagi Mbak Nining segera pulang kampung. Aku pun kaget dan terdiam sejenak perasaan senang dan bingung bercampur jadi satu. Pengalaman baru lagi yang tak pernah kulakukan sebelumnya.
Mendapat pekerjaan baru ini menjadikanku harus banyak belajar pada Mbak Nining yang sudah berpengalaman. Dengan sabar dan telaten Mbak Nining mengajariku dan memberiku banyak ilmu.
Benar saja sepeninggal Mbak Nining, semua urusan gaji pegawai aku yang pegang. Dari mulai menghitung sampai besarnya gaji sampai dengan membagikannya adalah tugasku sekarang. Wah, kepercayaan yang cukup besar ini diberikan padaku. Aku pun cumup bersyukur dengan apa yang kudapatkan sekarang termasuk pekerjaan ini.

Komentar
Posting Komentar