Jiwaku Rapuh



Rapuh jiwaku    
Hatiku rapuh saat ini
Bertubi tubi pukulan itu menghantam
Menghujam meremukan segala rasa
Menyita selera di dalam hati

Walau kadang terlihat kuat
Tapi sesungguhnya aku rapuh
Hati ini tak sekeras baja
Yang bisa menahan gejolak jiwa

Hati ini terkadang lemah
Selemah lumut di atas bebatuan
Yang harus tetap tumbuh dan menghijau
Meski batu takkan pernah menjadi lumpur

Hatiku rapuh saat ini
Menangis menjadi jalan pilihan
Tapi apa daya mata tak boleh sembab
Air mata kutahan dalam dalam
Bersembunyi dalam sebuah senyuman

Hampa garing tak bernyawa
Hanya gerak bibir sebagai tanda
Agar jiwa tak lagi beronta
Menjaga hati tetap ceria

Aku hanya manusia biasa
Yang hatinya sering rapuh
Yang bisa rapuh kapan saja
Percayalah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dua Tahun Saja Post 5

Tantangan Kedua: Ayah Jesi Bercerita

ULASAN PADAT BUKU JUZ 'AMMA TAFSIR AL AZHAR