ULASAN PADAT BUKU JUZ 'AMMA TAFSIR AL AZHAR
Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Semangat pagi dari kota Cilacap Bercahaya. Semoga kita senantiasa dalam keadaan sehat dan bahagia senantiasa. Aamiin.
Perkenankanlah, saya, Joko Septiono, salah satu pegawai Al Azhar Cilacap berpartisipasi dalam event Bulan Bahasa: Mengintip Jendela Dunia, Never Stop Reading.
***
Pada hari ini, Senin, 19 Oktober 2020 dari Rumah Clever di Cilacap, saya akan mengulas secara padat, buku pertama:
Penulis: Prof. Dr. Hamka
Penyunting: Dadi MHB dan Joko Waskito
Penerbit: Gema Insani
Tahun: 2015 (Cetakan Pertama)
ISBN: 978-602-250-285-2
Harga Kisaran: Rp143. 000,-
Berikut ulasannya:
***
Buku berjudul Juz 'Amma Tafsir Al-Azhar ini sangat menarik untuk dibaca. Sebagai orang awam dalam beragama saya cukup bisa memahami dengan cepat meskipun buku tafsir ini bergenre non fiksi murni tapi ia lebih mudah dipahami sebab ditulis dengan gaya yang berbeda oleh sang ahli.
Buku tafsir ini berbeda, dari tafsir lain yang umumnya terkesan sangat kaku dalam bahasa dan butuh waktu untuk memahami apa yang ditulis di dalamnya. Ini sangat mungkin terjadi sebab dalam penyusunannya saja butuh waktu puluhan tahun lamanya.
Tafsir Al-Azhar adalah hasil karya terbesar dari ulama ternama yaitu Prof. Dr. Abdul Malik Karim Amrullah atau HAMKA yang lahir di Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada 17 Februari 122 tahun yang lalu.
Dalam penyusunannya Tafsir Al-Azhar, Buya HAMKA menggunakan metode tahlili (analitis), tafsir Al Qur'an dengan hadits, pendapat sahabat dan tabi'in, tafsir dengan tafsir muktabar, penggunaan syair, menggunakan analisis bil ma'tsur, menggunakan kemampuan analisis sendiri, dan disusun tanpa pertikaian antar-madzhab.
Buku yang menitikberatkan penjelasan ayat-ayat Al-Qur'an dengan ungkapan yang teliti, menjelaskan makna-makna yang dimaksudkan dengan bahasa yang indah dan menarik juga menghubungkan realitas sosial dan sistem budaya yang ada ini sungguh tidak membuat orang yang membacanya bosan meski termasuk dalam kategori buku tebal dengan jumlah sekitar 337 halaman dengan ukuran hampir sama dengan kertas A4.
Penulis buku ini membicarakan permasalahan sejarah, sosial, dan budaya di Indonesia. Penulis juga mendemonstrasikan keluasan pengetahuan, menekankan pemahaman ayat secara menyeluruh (mengutip ulama-ulama terdahulu), mendialogkan antara teks Al-Quran dengan kondisi umat Islam saat tafsir ini ditulis.
Buku ini merupakan edisi khusus Juz 'Amma Tafsir Al-Azhar (Juz 30) yang wajib dimiliki oleh semua karena jujur setelah membaca buku ini saya semakin termotivasi untuk terus belajar dan mengkaji Al-Qur'an karena siapapun yang berjuang mencari ilmu karena Allah akan dijaga setiap langkah perjalanannya sampai ia kembali.
Al-Qur'an mengandung segala macam ilmu Islam: ilmu tauhid, tasawuf, fiqih, sejarah, ilmu jiwa, akhlak dan ilmu alam dengan segala cabangnya. (Halaman 4)
Oleh sebab Al-Qur'an adalah bacaan, seyogyanyalah bagi orang yang beragama Islam memfasihkan bacaannya dan mendidik lidah anak-anaknya, menyerahkan anak-anak kepada guru-guru yang fasih membacanya karena Al-Qur'an adalah untuk dibaca dan diamalkan. Sebab Al-Qur'an itulah yang telah membentuk kebudayaan dan peri-peri penganut Islam, yang ditegakkan di atas budi, memperhalus perasaan, memperkaya ingatan, dan melemahlembutkan ucapan lidah. (Halaman 10)
Demikian juga, kalau dikaji secara saksama segala undang-undang dan hukum yang ada dalam Al-Qur'an itu, adalah dia perseimbangan di antara hak dan kewajiban antara hubungan manusia dengan Allah dan hubungan manusia sesamanya, berlandaskan persaudaraan, dan kemerdekaan dengan sebenarnya dan sejujurnya. (Halaman 20)
Pendeknya, betapapun keahlian kita memahami arti dari tiap-tiap kalimat Al-Qur'an kalau kita hendak jujur beragama, tidak dapat tidak, kita mesti memperhatikan bagaimana pendapat ulama-ulama yang terdahulu, terutama Sunnah Rasul, pendapat sahabat-sahabat Rasulullah, dan tabi'in, serta ulama ikutan kita. (Halaman 36)
Ini adalah Tafsir Al-Azhar juz yang ke-30. Bersyukurlah kita kepada Allah karena 37 surah yang terakhir dalam susunan 114 surah Al-Qur'an, yang sanggup kita menghafalnya dan kerapkali kita membacanya saat salat. Syukur alhamdulillah karena 37 surah bacaan kita sehari-hari ini telah dapat kita hidangkan tafsirnya, sejak surah an-Naba', surah ke-78, hingga surah an-Naas, yaitu surah ke-144.
Pada surah-surah yang pendek ini terdapat ilmu pengetahuan yang mendalam dan jitu. Banyak sekali pengajaran terkandung di dalamnya untuk dijadikan pedoman dalam kehidupan kita. Dengan kata-kata pendek dan tegas, mengenai sasaran-sasaran penting sebagaimana yang selalu didapat pada surah-surah Makiyyah, kita dapat mengambil pengetahuan yang banyak di dalamnya. Dan memanglah di dalam Juz 30 (atau Juz 'Amma) ini hanya ada tiga surah saja yang diturunkan di Madinah, yaitu surah al-Bayyinah, surah al-Maa'uun, dan surah an-Nashr. Adapun yang lain, selebihnya, 34 surah, para ulama-ulama ahli tafsir dan Asbabun Nuzul cenderung mengatakan semua turun di Mekah. Maka terasalah oleh kita suasana surah-surah yang turun di Mekah itu ketika membacanya, penuh tantangan (tahaddi) kepada orang yang kafir, musyrik dan ingkar. (Halaman 95)
Demikian ulasan buku pertama ini saya tuliskan, mohon maaf jika ada kekurangan atau kesalahan. Semoga berkenan dan bermanfaat bagi kita sekalian. Aamiin.
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Komentar
Posting Komentar