Ayah Jose Berkisah
Ayah Jose Berkisah
Izinkan saya menceritakan sebuah kisah tentang saya dan anak pertama yang sangat saya cinta. Namanya Cleverona Bintang Aljazira.
Jesi, begitu ia biasa dipanggil, adalah putri kecil saya yang selalu menantikan kepulangan di sore hari. Di usianya yang baru menginjak 2 tahun 9 bulan ini, dia begitu dekat dengan ayahnya, yaitu saya. Ikatan yang terjalin antara kami begitu kuat. Sampai sampai tak dapat saya memberikan sebuah perumpamaan untuk semua itu.
Jesi putri kecilku yang cantik memang menjadi obat lelah bagi saya setiap harinya. Tidak ada kata capek ketika harus membersamainya di sela-sela waktu menjelang malam sampai saat dia akan beranjak tidur. Rasa lelah setelah seharian bekerja hilang seketika itu saat saya sudah bersamanya.
Selepas pulang kerja saya biasa bercengkerama dengannya. Bercanda dan bermain bersama itu yang biasa kami lakukan. Bahkan beberapa hari belakangan, Jesi tidak mau makan kalau saya belum pulang.
Orang di rumah kurang apa dalam membujuk untuk sekedar mau makan nasi sesuap saja, tapi Jesi menutup mulutnya rapat. Yang membuat heran adalah saat saya baru saja sampai, bahkan belum turun dari sepeda motor, dia langsung berkata "Ayah, Kakak mau makan sama Ayah. Kakak mau mandi sama Ayah. Pakai bokor warna pink!"
Ayah mana yang tak bersemangat kemudian. Menanggapi segala celotehnya adalah obat di kala saya butuh banyak asupan energi positif untuk menjalani hari-hari yang akan selalu saya lingkupi dengan semangat.
Kisah ini baru pembuka, masih banyak kisah saya bersama puteri semata wayang yang tercinta.
"Hari ini Ayah libur, Nak. Ayah akan menemanimu bermain dan belajar apa saja!"

Komentar
Posting Komentar