Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2019

Dua Tahun Saja Post 17

Gambar
Post 17 Dua Tahun Saja Oleh Joko Septiono Kedekatanku dengan Bang Rusli tak serta merta di sukai teman-temanku. Ada saja yang melihat itu semua dengan rasa sinis atau bahkan perasaan iri. Entah karena mereka curiga padaku atau memang ada perasaan cemburu dalam hati. Aku sadar tak semua yang kulakukan dianggap benar di mata orang lain. Perubahan sikap dari teman-teman di sekitarku mulai terasa. Menjauh dan diam kerap mereka tunjukan. Perubahan sikap Salim dan Tono padaku contohnya. Kian hari perubahan sikap keduanya kian ketara. Keduanya mulai menjauhiku secara perlahan. Mendiamkanku dan cuek itu yang mereka lakukan. Aku sendiri tak tau pasti apa penyebabnya. Mungkin aku yang terlalu sibuk dengan hidupku sendiri atau memang ada masalah lain aku tak tahu. Mendapat perlakuan yang tak biasa itu pun aku mulai berfikir keras. Aku yang tadinya diam dan tak mau pusing dengan itu semua kini aku mulai memikirkannya. Mungkinkah  ada ucapan atau tindakanku yang menyakiti keduany...

Dua Tahun Saja Post 16

Gambar
Post 16 Dua Tahun Saja Oleh Joko Septiono Sudah beberapa hari aku bekerja di Hotel Mandarin Pasific. Letaknya yang berdekatan dengan Menara Kembar Petronas membuatku lebih nyaman. Ditambah lagi suasana sekitar yang ramai sangat memungkinkanku untuk bertemu banyak orang. Hotel yang berada di tengah Kota Kuala Lumpur ini memang tergolong hotel berbintang. Kemewahannya menambah rasa nyamanku untuk bekerja. Selain itu keberadaan Bang Rusli menguatkan semangatku bekerja. Sosok Bang Rusli yang tenang dan sabar menguatkan dirinya sebagai melayu asli. Juga teman kerja yang tidak terlalu banyak juga memudahkanku dalam berkordinasi. Kian hari hubunganku dengan Bang Rusli makin dekat. Tak jarang aku diajak main ke rumahnya. Terutama ketika hari minggu atau pas hari libur. Aku kerap menghabiskan liburku bersama di rumahnya yang tak jauh dari tempatku tinggal. Keluarganya pun sangat welcome kepadaku. Aku merasa memiliki keluarga baru di sini. Tak sungkan keluarga Bang Rusli meminta...

Dua Tahun Saja Post 15

Gambar
Post 15 Dua Tahun Saja Oleh Joko Septiono Keputusan Mr. Liem memindahkan aku, sungguh tak terduga sama sekali. Aku sangat kaget dengan keputusan tersebut, namun hal itu menjadi angin segar bagiku untuk mengobati rasa jenuh yang mulai hadir. Pindah kerja ke pusat kota tidak pernah terbayang sebelumnya olehku. Entah apa alasan Mr. Liem memindahkan aku. Aku di pindahkan ke hotel Mandarin Pasific yang berada di pusat kota Kuala Lumpur. Pusat kota yang belum pernah kulihat sebelumnya. Siang itu juga Mr. Liem menyuruhku untuk pulang  guna bersiap. Tanpa pikir lama aku langsung pulang  tanpa harus melanjutkan pekerjaanku sebelumnya. Tak lupa aku berpamitan dengan rekan kerjaku saat itu. Mereka terlihat menahanku untuk pergi. Sesampainya di Kongsi aku lihat Tono dan Salim sudah berada di sana. Rupanya mereka juga mendapat perintah yang sama denganku. Aku, Salim dan Tono dipindahkan ke Hotel Mandarin Pasific di Kuala Lumpur. Kami segera berkemas. Beberapa baju dan bara...

Tantangan Ketiga: Resensi Buku 101 Eksperimen Dengan Tumbuhan

Gambar
101 EKSPERIMEN DENGAN TUMBUHAN Alih bahasa: Primadona Hermilia Wijayanti, Angesti Murdaningsih, dan Lilis Afifah. Editor: D. Liana Desain sampul dikerjakan kembali oleh Angga Indrawan Desain isi dikerjakan kembali oleh Angga Indrawan Tata letak isi dikerjakan kembali oleh Ikhsan Edisi bahasa Indonesia diterbitkan pertama kali oleh Tiga Serangkai November, 2009 ISBN 978-979-045-0437-8 Cetak dalam ukuran 18x26 cm Tebal 135 halaman Tahukah kalian, buah pinus merupakan tempat yang ideal untuk menyimpan pesan rahasia, kaktus dapat tumbuh dengan 'kepala' yang terlihat aneh, tanaman mengatasi rintangan-rintangan yang menghadangnya agar memperoleh cahaya, dan buah pisang memang secara tidak sengaja melengkung. Semua tumbuhan, apakah anyelir, lumut pepohonan, atau buah-buahan, dapat mengekspresikan sesuatu. Tanaman tidak hanya mempunyai peranan luar biasa penting untuk hidup kita di planet ini, tetapi juga membuat kita penasaran pada rahasia alam. ...

Tantangan Ketiga: Review Buku 101 Eksperimen Dengan Tumbuhan

Gambar
 Review Buku 101 Eksperimen Dengan Tumbuhan Oleh Joko Septiono Pertama lihat cover buku ini saya langsung tertarik untuk membaca, kenapa? Karena tampilan yang fullcolor dan bukunya hardcover. Saya langsung teringat Bebi Jesi yang lagi senang-senangnya belajar. Katanya setiap hari, dia mau ngerjakan PR, bersama-sama Kakak Fatih yang sudah kelas 4 SD. Buku bercover hijau ini ternyata bisa untuk anak-anak balita juga anak-anak yang sudah bersekolah. Ketika saya membacakan ulang di depan Bebi Jesi, dia tertarik lalu bertanya ini dan itu. Belum selesai membacakan, dia sudah meminta untuk membuka-buka buku yang penuh dengan gambar ini. Buku ini sarat dengan pengetahuan yang saya sendiri juga baru tahu setelah membacanya. Ada 101 pertanyaan sekaligus langkah-pangkah pembuktian juga jawaban atas apa yang terjadi. Semua tumbuhan, apakah anyelir, lumut pepohonan, atau buah-buahan, dapat mengekspresikan sesuatu. Tanaman tidak hanya mempunyai peranan luar biasa penting untuk hidup ...

Dua Tahun Saja Post 14

Gambar
Post 14 Dua Tahun Saja Oleh Joko Septiono Siang itu jam dinding sudah menunjuk pukul dua belas kurang lima menit. Aku bersiap untuk istirahat dan makan siang. Aku pun bergegas menuju mesin absen yang berada di depan office. Belum juga sampai tiba-tiba Bang Nadim memanggilku dari balik tembok. Aku berhenti dan menunggunya sejenak. Dia datang menghampiri sambil menyodorkan kartu absen punyaku. Aku kembali berjalan beriringan dengannya. Sampai di depan office bang nadim menyuruhku masuk ke dalam. Aku sedikit kaget dan bertanya-tanya. Namun Bang Nadim meyakinkanku dan terus menyuruhku. Tak mau berlama-lama aku pun bergegas masuk. Oh benar di dalam kantor ada Mr Liem yang tengah duduk menantiku. Dia mempersilakanku duduk di kursi hitam yang ada di depannya. Hatiku berdebar kencang saat itu. Dalam pikirku juga terus bertanya ada apa ini. Baru kali ini aku di panggil bos Killer kaya dia. Gumam kecilku dalam hati. Tarikan nafas panjang mengisyaratkan ketakutanku. Tak lama set...

Dua Tahun Saja Post 13

Gambar
Post 13 Dua Tahun Saja Oleh Joko Septiono Pagi itu hari masih gelap matahari belum juga muncul. Terdengar suara adzan terdengar dari kejauhan. Kulihat Budi masih terlelap di atas kasurnya. Tak tega aku untuk membangunkannya. Lanjut kuberanjak dari tempat tidur menuju kamar mandi. Tak lama aku pun keluar dan segera berpakaian. Aku tunaikan kewajiban untuk bersujud dengan dua rakaat kepada Yang Khaliq. Terlarut aku dalam salat dan do'a. Tak berselang lama aku pun selesai. Mulai ku dengar satu persatu mulai terbangun. Perlahan aku berjalan ke arah pintu depan dan membukanya. Aku tak berani bersuara keras. Pandanganku pun kembali menatap ke arah Budi yang masih juga lelap. Aku berharap dia segera bangun dan bersiap kerja. Masih terbanyang di pikiranku peristiwa semalam. Aku berharap Budi sudah melupakannya dan memulai yang baru. Aku tau mungkin kata-kataku terlalu keras kepadanya. Mungkin dia akan marah padaku. Aku pun siap terima apapun itu. Hari berlalu seperti b...

Dua Tahun Saja Post 12

Gambar
Post 12 Dua Tahun Saja Oleh Joko Septiono Hari berjalan seperti biasa. Sepulang kerja aku langsung bebersih diri. Setelah selesai aku segera menunaikan kewajibanku untuk memasak. Ya, hari itu aku memang giliran piket masak. Begitulah kami di sini selalu bergiliran dalam bertugas. Ada yang memasak dan beberes rumah. Kami terbagi menjadi 3 kelompok yang terdiri dari 2 orang. Masing-masing bekerja sama dalam memasak dan beberes rumah. Malam itu giliranku dan Budi untuk piket. Aku bersiap untuk menunaikan tugasku. Kuambil beras dan sayuran dari dalam lemari. Aku pun mulai beraksi. Sampai dengan setengah jalan aku tak mendapati Budi. Entah dia lembur atau kemana aku sendiri tidak tahu. Aku hanya bergumam dalam hati. Sambil terus memasak sesekali pandangan kubuang ke luar. Aku berharap Budi datang dan membantuku. Tapi ternyata, harapan tinggal harapan sampai dengan selesai memasak Budi pun tak datang. Aku bertanya kepada Tono yang sering terlihat bersamanya di kerjaan. Dia...

Dua Tahun Saja Post 11

Gambar
Post 11 Dua Tahun Saja Oleh Joko Septiono Hari-hari terus berlalu, minggu demi minggu terus melaju, tanpa terasa sudah 2 bulan lebih aku mengais ringgit di Negeri Jiran ini. Pengalaman demi pengalaman sedikit sudah membuatku mulai berani. Seperti keberanianku dalam menghadapi atasan. Sebut saja hubunganku dengan sang krani (mandor) yang bernama Bang Nadim. Komunikasi yang terjalin mulai sedikit melunak. Aku mulai memahami sifat dan karakter Bang Nadim. Ia yang dulu kulihat keras sekarang lebih sering berbincang denganku. Kedekatanku dengan sang mandor pun berbuah manis.  Gajiku di bulan ketiga sudah naik lima ringgit lima puluh sen. Kenaikan yang cukup tinggi di banding pekerja lain yang hanya naik kisaran 2 sampai 3 ringgit saja. Itu pun belum tau pasti kapan waktunya. Aku sih bersyukur saja diberi kemudahan itu. Rupanya itu semua membuat beberapa pekerja lain iri termasuk Pak Suraji. Pekerja asal Kabupaten Pati ini merasa iri mendengar gajiku yang naik sebegitu t...

Dua Tahun Saja Post 10

Gambar
Post 10 Dua Tahun Saja Oleh Joko Septiono  Kebersamaan dengan rombongan dari Cilacap  menjadi cerita tersendiri. Kami yang berjumlah delapan belas orang terbagi dalam 3 kongsi. Aku menempati kongsi no. 317 bersama Salim, Tono, Indra, Budi, dan Karso. Diantara mereka hanya aku yang terpisah bagian kerjanya. Kami saling bercerita kegiatan selama sehari bekerja. Aku dan yang lain juga sering bersama ketika berbelanja di pasar. Pasar Lelong bisa orang disini menyebutnya. Pasar ini tidak buka di pagi hari, seperti pasar kebanyakan. Pasar Lelong buka mulai sore hari ketika para pekerja mulai pulang sampai malam hari. Pasar Lelong berjarak dekat dari tempatku bekerja. Di sana tidak banyak penjual. Hanya ada beberapa penjual sayur mayur dan kebutuhan dapur, penjual pakaian dan perlengkapan kerja. Ada juga penjual makanan siap saji seperti lekor atau otak-otak, ayam goreng, kue basah, dan lain. Selain berbelanja ke pasar sebagai kegiatan kami sehari-hari. Kami juga se...

Dua Tahun Saja Post 9

Gambar
Post 9 Dua Tahun Saja Oleh Joko Septiono Bekerja bersama banyak orang memaksaku untuk bisa menjaga sikap dengan siapa pun juga. Tak terkecuali d e ngan teman baru yang baru aku kenal. Bang Fendi , bi a sa aku memanggilnya, dia orang Indonesia yang berasal dari Madura. Sifat yang keras dan keteguhan menjadi ciri khas pribadinya. Bang Fendi ini bekerja sebagai tukang skim coat. Dia lebih dulu d atang daripada aku. Sudah banyak pengalaman yang diperolehnya selama menjadi TKI. Pengalama n yang sudah beberapa tahun bekerja di Malaysia menjadi modal keberanian untuk menghadapi bos. Termasuk dalam menghadapi bang Nadim yang kadang berkata keras dalam berkomunikasi. Bang Fendi ini termasuk orang yan g sudah punya nama dan diakui keahliannya. Kepandaian - lah yang membuat dia disegani beberapa mandor di sini. Aku yang masih baru lebih banyak berlindung di belakang bang Fendi. Aku ikut saja apa yang dia kataka n olehnya, selagi benar. Aku biasa membantunya untuk membu...

Dua Tahun Saja Post 8

Gambar
Post 8 Dua Tahun Saja Oleh Joko Septiono Malam harinya, menjelang tidur, aku masih menatap uang gaji pertama yang kuterima sore tadi. Lamat-lamat terbayang bagaimana suasana hari itu. Hari yang penuh kisah bagiku. Pagi itu matahari belum juga memancarkan sinarnya . Aku sudah bersiap diri. Hari ini adalah hari pertamaku bekerja. Meski belum ada pembagian tugas kerja , nam u n aku tetap optimis dapat melakukan yang terbaik. Aku bersiap dengan semangat penuh walau badan masih terasa lesu. Dari arah depan muncul s es osok manusia berjalan dengan langkah tegap. Dia adalah Syamir , salah satu staf dari kontraktor. Dia menghampiriku dan menyuruhku juga yang lain untuk segera berkumpul di kantin. Aku dan teman yang lain pun mengikuti Syamir dari bela ka ng. Tak lama kemudian kami sampai di kantin. Kulihat suda h ada beberapa orang duduk bersiap di sana. Di adalah Mr. Liem pemilik perusahaan kontraktor yang akan mempekerjakan a ku. Ia adalah pemi...

Tantangan Kedua: Ayah Jesi Bercerita

Gambar
Ayah Jesi Bercerita. Hallo, teman-teman! Nama saya Joko, tapi saya bukan presiden. Kenapa ya nama Joko itu huruf paling belakang harus O? Saya hanya pegawai swasta yang memang punya cita-cita ingin jadi presiden. Suatu saat saya ingin bercerita tentang cita-cita saya ini.  Umur saya sudah 37 tahun lebih 4 hari. Di umur yang sudah setua ini, saya baru saja memulai belajar. Belajar menjadi presiden? Bukan, dong. Lalu, belajar tentang apa? Belajar menulis tentunya.  Nyatanya, sekarang saya ikut dalam event tantangan dua bulan menulis yang luar biasa ini. Sepekan bertahan itu dan menyelesaikan satu tantangan itu sudah sangat luar biasa. Bahkan saya berulangkali dapat pujian dari sang kekasih tercinta. Dialah ibu negara yang membuat saya selalu merasa bahwa saya sudah menjadi presiden d hatinya. (EEAA) Di minggu kedua ini, sungguh, lagi-lagi ada tantangan yang membuatku jungkir balik karenanya. Dan hati saya sudah menentukan apa yang akan saya tulis. ...

Dua Tahun Saja Post 7

Gambar
Post 7 Dua Tahun Saja Oleh Joko Septiono Hari   berganti hari , minggu berganti minggu tak terasa hampir satu bulan aku bekerja. Sudah beberapa lama juga aku meninggalkan keluarga. Belum seucap kabarpun aku kirim ke keluarga. Rasa kangen ya n g dulu menebal mulai mengikis seiring berjalannya waktu. Kesibukan bekerja sedikit mengurangi kangenku pada k el uarga. Ditambah banyaknya teman bisa menjadi obat rindu meski hanya untuk sejenak saja . Sore itu setelah selesai jam kerja adalah waktu yang cukup menggembirakan. Ya , sore itu adalah waktunya gajian. Ini adalah gaji pertama yang bakal kuterima. Belum terbayang berapa banyaknya , namun keceriaan jelas terpancar dari wajahku. Tak hanya aku yang merasakan kegembiraan itu rupanya semua pekerja pun merasakan hal yang sama. Sore itu matahari sudah mulai beranjak ke barat. Jingga sebentar lagi mungkin akan datang. Tapi memang kami harus menyelesaikan semua pekerjaan hari ini, baru pengumuman gajian it...

Dua Tahun Saja Post 6

Gambar
Post 6 Dua Tahun Saja Oleh Joko Septiono Idul F itri tinggal menghitung hari. Tak ter a sa hampir seminggu aku meninggalkan keluarga. Rasa rindu dan kangen mulai mendera. Hari - hari hanya bisa membayang kan keadaan di rumah. Sepinya penampungan menjadi saksi kerinduanku yang mendalam. Hari - hari hanya diisi dengan canda dan taw a bersama teman baru. Mereka yang kukenal di tempat kerja yang baru ini seolah-olah dikirim Tuhan untuk mengalihkan kesedihanku. Sungguh, aku sangat berterima kasih pada-Nya. Pada Tuhan Maha Pencipta yang selalu punya cara terbaik untuk melipur lara. Hari berganti hari I dul F itri   telah tiba. Gema gaung takbir mulai terdengar. Tak terasa aku pun menitik k an air mata. Menahan kerinduan dalam dada. Malam siang silih berganti menghabiskan waktu. Aku sangat merindu. Hatiku bagai tertusuk sembilu. Semua kupendam sendiri, sebab belum ada alat komunikasi pada masa itu. Hampir sebulan aku berdiam di rumah penampungan. Menanti ke...

Dua Tahun Saja Post 5

Gambar
Post 5 Dua Tahun Saja Oleh Joko Septiono Pengalaman pertamaku berlayar menyeberangi samudra, menggunakan kapal yang sangat besar, menurutku perjalanan ini akan menempuh waktu yang cukup lama. Dan benar saja, 3 hari 2 malam aku berada di dalam kapal. Pengalaman inilah yang membuatku sedikit banyak gleyengan karena mabok laut. Tak hanya sekali tapi berkali-kali aku harus merasakan sensasinya. Selain kondisi tubuh yang memang sudah lelah karena perjalan dari Cilacap  ke Jakarta. Di tambah lagi aku yang masih tetap berpuasa membuatku semakin mudah untuk pusing. Selain itu asupan makanan di dalam kapal yang tidak sesuai selera menjadikanku untuk tidak makan. Hanya mengandalkan makanan instan saja yang aku bawa dari rumah. Namun itu semua tak mengerdilkan semangatku. Untung lah  aku tak sendiri ada teman satu tim yang senantiasa menolongku. Sebut saja namanya Salim, lelaki kalem ini yang pertama kali aku kenal. Dia berasal dari daerah Kroya yang juga punya tujuan sa...

Giyu Temanku

Gambar
Giyu Temanku Oleh Joko Septiono Suara petir keras terdengar memecah kesunyian. Guyuran hujan belum juga berhenti sampai saat ini. Aku yang masih terpaku di sudut jendela terus memandangi genangan air yang kian meninggi. Dengan sesekali mengusap kaca yang basah karena uap nafasku. Tanpa sengaja pandanganku tertuju pada giyu seekor kucing berwarna kuning di tepian selokan air. Giyu kucing kesayanganku yang selalu menemani ku sejak enam bulan lalu. Ia kutemukan terperangkap di tengah genangan air di tepi jalan. Waktu itu, aku sedang terperangkap macet di jalanan ibukota. Giyu mengeong keras ketakutan. Badannya basah kuyup terkena hujan. Bulu-bulu halusnya lepek tak lagi terlihat indah. Tanpa memperdulikan guyuran hujan yang masih deras aku berlari menghampirinya. Kuangkat tubuh giyu yang mulai menggigil kedinginan. Kulepaskan beberapa sampah plastik yang menjerat kaki kakinya. Sambil kugendong Giyu yang masih basah, aku juga juga sempat membersihkan tumpukan sampah plastik y...

Dua Tahun Saja Post 4

Gambar
Post 4 Dua Tahun Saja Oleh Joko Septiono Menunggu adalah hal yang paling membosankan. Mungkin pepatah itu sangatlah pas dengan apa yang kurasakan waktu itu. Hampir 2 bulan aku menunggu kepastian keberangkatan. Kepastian yang belum ada kabar membuatku sedikit gundah. Hanya tunggu, tunggu, dan tunggu jawaban yang kudengar acap kali kutanyakan kepastian itu. Hingga pada awal bulan Desember aku mendapat kabar baik. Waktu pemberangkatan sudahlah di tentukan. Aku merasa senang dan lega akhirnya kepastian itu datang. Tepat di tanggal 5 Desember bertepatan dengan hari ke-23 di bulan Ramadhan, aku berangkat. Rasa senang bercampur sedih mendera hatiku. Betapa tidak kurang dari seminggu lagi lebaran, tapi aku harus pergi meninggalkan keluarga. Berat rasanya hati ini namun bagaimana lagi. Ini adalah yang kutunggu sejak setengah tahun lalu. Sore itu menjadi sejarah betapa beratnya aku yang ingin menapak masa depan. Aku harus meninggalkan tempat kelahiran tercinta menjelang hari raya Id...

Dua Tahun Saja Post 3

Gambar
Post 3 Dua Tahun Saja Oleh Joko Septiono Sebulan sudah berlalu . T iba - tiba li k Slamet memberi ta h u , bahwa besok aku harus medical cek. Aku sedikit lega . Harapan demi harapan mulai terjawab. Penantian yang cukup lama mulai menemui titik terang. Ayah ibuku pun turut gembira mendengar berita itu. Keesokan harinya aku bersama lik S lamet pergi ke Cilacap untuk menemui pak Bernat. Seperti biasa dengan mengendarai sepeda motor honda miliknya , lik Slamet mengantarku. Hari itu cukup membua t ku semangat. Persiapan fisik dan mental kulakukan dengan sepenuh hati. Sesampainya di Cilacap aku langsung disambut oleh pak Bernat . Rpuanya dia sudah m enungguku sedari pagi. Setelah beristirahat sejenak di ruang tamu , aku langsung disuruh masuk menemui pa k Bernat yang memang sudah siap sedari tadi . Proses wawancara pun berlangsung. Beberapa pertanyaan diajukan pak Bernat. Dengan tanpa terpatah aku menjawab satu per satu pertanyaan yang dia ajukan . Beberapa l...

Dua Tahun Saja Post 2

Gambar
Post 2 Dua Tahun Saja Oleh Joko Septiono Genap sudah 3 bulan aku berdiam diri di rumah. Belum juga ada panggilan kerja yang kuterima. Rasa malu sudah semakin tebal bersarang di dada. Hasrat ingin segera bekerja belum juga terpenuhi. Meskipun begitu, usaha dan doa tak henti-hentinya aku lakukan. Semangat dan dukungan dari orang tua juga selalu menggema setiap saat. Jingga pada suatu hari datanglah pak Slamet. Dia adalah adik bungsu dari ayahku. Aku biasa memanggilnya lik Slamet. Dia memang sering datang ke rumah karena rumahnya tak jauh dari rumahku. Rupanya dia datang membawa kabar baik. Dia menawariku sebuah pekerjaan di Malaysia. Mendengar tawaran itu hatiku sedikit gembira. Namun aku tak bisa langsung mengiyakan tawaran itu. Aku harus membicarakannya dengan kedua orang tuaku. Tanpa sepengetahuanku ternyata ayah dan ibuku memang sudah tahu tentang hal itu. Tanpa kuduga mereka pun mengijinkankuu untuk mendaftar. Tanpa banyak menunggu waktu aku pun langsung mempers...

Dua Tahun Saja Post 1

Gambar
Post 1 Dua Tahun Saja Oleh Joko Septiono Cerita berawal pada pertengahan tahun 2001. Tepatnya setelah aku lulus dari sekolah menengah kejuruan. Aku yang berasal dari keluarga pas-pasan harus memendam keinginan untuk bisa mengenyam bangku kuliah. Kedua orangtuaku hanya seorang petani desa yang tak punya cukup uang untuk mengantarku jadi sarjana. Tapi tak masalah bagiku. Aku terap optimis menjalani hidup ini. Mengisi kegiatan sehari-hari aku membantu kesibukan ayah dan ibu bertani di sawah. Meski aku tak begitu tentang cara kerja petani, namun sedikit demi sedikit aku mengerti betapa perih dan lelahnya bekerja di sawah. Panas dan terik matahari memberiku ilmu betapa pentingnya berterima kasih kepada kedua orang tua karena beliaulah aku bisa seperti sekarang ini. Kegiatan tak hanya berhenti di situ, aku tetap ingin mencari pekerjaan. Beberapa surat lamaran sudah aku kirimkan melalui bursa kerja sekolah. Namun aku masih harus bersabar karena belum satu pun panggilan kerjaku ...

Ayah Jesi Berbicara

Gambar
Ayah Jesi Berbicara Saya pendiam, tapi itu bukan berarti saya tidak bisa berbicara ya? Beberapa minggu yang lalu saat ada acara rihlah ke Baturaden bersama rekan satu tempat kerja, saya sempat berbicara, mengutarakan apa yang menjadi sukses story bagi saya. Apa yang saya sampaikan waktu itu sebelumnya telah kutulis draftnya dahulu. Kira-kira begini, SUCCESS STORY SAYA: 1. Selalu sehat, senantiasa semangat dan berbahagia. 2. Belajar menulis bersama istri 3. Menulis buku antologi 4. On air di radio 5. Menulis buku duet bersama istri Adalah ketika saya bisa menjaga kesehatan dengan baik, dan itu membuat saya selalu semangat untuk beraktifitas setiap harinya. Bayangkan saja, saya setiap hari harus bangun pukul setengah empat pagi dan bersiap berangkat ke sekolah sesaat setelah saya melaksanakan salat sehabis adzan Subuh berkumandang. Tidak usah dibayangkan saat saya harus sampai rumah kembali sebelum adzan Maghrib. Biarkan saya saja, saya cukup bahagia. Karena dengan...

Ayah Jesi Mendengar

Gambar
Ayah Jesi Mendengar Dengarkanlah orang lain dengan baik, suatu saat kamu juga akan didengarkan oleh orang lain. Janganlah menyela perkataan orang lain, jika kamu tidak ingin disela oleh orang lain. Jadilah pendengar yang baik, itu jauh lebih baik. Mendengar itu sebuah seni. Ada lho, seni dalam mendengar. Percaya nggak? Jika ada seseorang yang memberitahukan mengenai sesuatu kepadamu, meskipun hal itu sudah kamu ketahui, cobalah mendengarkan dengan saksama. Jangan mencoba untuk menyela pembicaraannya, atau berusaha memamerkan pengetahuanmu di hadapannya. Perhatikan dengan baik apa yang dikatakannya. Imam Ata bin Abis Rabah berkata, "Seorang laki-laki muda pernah menceritakan sesuatu yang pernah aku dengar sebelum dia lahir. Akan tetapi aku mendengar ceritanya seolah aku belum pernah mendengarkan cerita tersebut. Khalid bin Safwan at-Tamimi berkata, "Jika ada seseorang yang mengatakan kepadamu sesuatu yang sebelumnya sudah pernah kamu dengar, atau sesuatu yang ...