Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2020

Nulis Bareng Youthpress: Tugas Surat: "Sepenggal Mimpi" Oleh Joko Septiono

Gambar
Sepenggal mimpi untuk Ibu Dear Ibu Hidup itu ujian ya Bu... Ya Bu, hidup adalah sebuah ungkapan yang mungkin selaras dengan apa yang kujalani. Hidup dalam belenggu keterbatasan ekonomi dan status sosial salah satunya. Melewatkan masa kecil demi tanggungjawab yang harus dipikul lebih dini. Bagaimana tidak, Bu?  Sebagai anak pertama dari 5 bersaudara aku sangat merasakan itu. Namun mau tidak mau, harus dan harus, aku tetap menjalaninya walau terkadang menangis pilu.  Senyum riang tetap kusuguhkan  untuk mereka adik-adik tercinta. Karena alasan itulah ibu meninggalkan kami semua. Bukan tanpa alasan ibu pergi menjauh dari pelukan anak-anakmu, Bu.  Faktor ekonomi menjadi alasan kuat untukmu meninggalkan keluargamu, meninggalkan Kamis semua di sini.  Harapan besar dari orangtua agar anak-anaknya hidup jauh lebih baik, itu pasti  Kepergianmu ke luar negeri menjadi jalan yang ibu tempuh dengan harapan mampu memperbaiki...

Nulis Bareng Youthpress: Tugas Cerpen: "100 Juta" Oleh Joko Septiono

Gambar
Hidup adalah perjuangan, mungkin itu sangat tepat dengan apa yang kujalani dalam hidup saat ini. Sebagai anak pertama dari 3 bersaudara aku harus bisa menjaga keutuhan dan keharmonisan hubungan kami sekeluarga. Tak terkecuali dengan kedua adikku yang memang masih belum cukup dewasa untuk berfikir tentang hal tersebut. Kebahagian mereka adalah prioritas utama yang menjadikan semua bisa berjalan baik. Tak peduli bagaimana pun keadaanku sendiri. Membuat mereka senang dan bahagia itu rasanya sudah cukup menjadi kado terindah untukku. Juga senyum kedua orang tua yang pastinya selalu menjadi penyemangat dalam menjalani hari demi hari.  Terlepas dari itu semua aku juga harus tetap fokus pada kehidupan sendiri. Sebagai dewasa muda yang beranjak menjadi orang dewasa sesungguhnya akan sangat wajar jika mulai berfikir tentang masa depan sendiri. Jodoh, karir dan kemandirian masih menjadi PR besar dalam hidupku saat ini. Seperti pagi ini kala sang mentari belum juga muncul d...