Dua Tahun Saja Post 9
Post 9
Dua Tahun Saja
Oleh Joko Septiono
Bekerja bersama
banyak orang memaksaku untuk bisa menjaga sikap dengan siapa pun juga. Tak
terkecuali dengan
teman baru yang baru aku kenal. Bang Fendi, biasa aku memanggilnya, dia orang Indonesia yang berasal dari Madura.
Sifat yang keras dan keteguhan menjadi ciri khas pribadinya.
Bang Fendi ini bekerja sebagai tukang skim
coat. Dia lebih dulu datang daripada aku. Sudah banyak pengalaman yang diperolehnya selama
menjadi TKI. Pengalaman yang sudah beberapa tahun bekerja di Malaysia menjadi modal
keberanian untuk menghadapi bos.
Termasuk dalam menghadapi bang Nadim yang
kadang berkata keras dalam berkomunikasi. Bang Fendi ini termasuk orang yang sudah punya nama dan diakui
keahliannya. Kepandaian-lah yang membuat dia disegani beberapa mandor di sini. Aku yang
masih baru lebih banyak berlindung di belakang bang Fendi. Aku ikut saja apa
yang dia katakan olehnya, selagi benar.
Aku biasa membantunya untuk membuat adonan
skim dengan bahan yang sudah tersedia. Kemudian bang Fendi-lah yang mengaplikasikan
ke dinding atau pun langit-langit. Pekerjaan ini bisa dikatakan ringan namun butuh ketelitian.
Mungkin tak sembarang orang bisa melakukannya. Termasuk aku yang memang belum
tahu benar
tentang pekerjaan ini.
Kebersamaan yang setiap hari inilah yang
membuatnya tak canggung untuk berbagi ilmu denganku. Umur yang lebih tua dariku membuatnya tak
canggung untuk menegur dan menasehati. Support dan nasehat selalu dia berikan. Aku pun dengan
senang hati mendengarkan.
Hari demi hari aku jalani pekerjaan ini
dengan senang hati. Tak banyak keringat yang kukeluarkan untuk aktifitas ini. Karena
pekerjaan ini biasa dilakukan di dalam ruangan. Jadi tak terlalu menguras
energi dan tenaga.

cerita masih berlanjut nih Ayah Jesi.. hehehe.
BalasHapusmungkin Skim Coatnya bisa di Italic Kak, soalnya itu kan istilah asing.
termasuk Support. dan kalau gak salah aktifitas itu baku nya aktivitas pakei "v" ya .
kalau aku yg salah, kita sama-sama belajar ya
Benar kata Pak Wakhid, rapi tulisannya Ayah Jesi, hehe. Semangat selalu menulisnya, Pak!
BalasHapusWah, ini cerita bersambung yaaa? Kayanya harus baca yang sebelum-sebelumnya dulu nih. Semangat menuliskan pengalamannya Ayah Jesi...
BalasHapusDitunggu cerita selanjutnya.
BalasHapus