Ayah Jesi Mendengar
Ayah Jesi Mendengar
Dengarkanlah orang lain dengan baik, suatu saat kamu juga akan didengarkan oleh orang lain. Janganlah menyela perkataan orang lain, jika kamu tidak ingin disela oleh orang lain. Jadilah pendengar yang baik, itu jauh lebih baik.
Mendengar itu sebuah seni. Ada lho, seni dalam mendengar. Percaya nggak?
Jika ada seseorang yang memberitahukan mengenai sesuatu kepadamu, meskipun hal itu sudah kamu ketahui, cobalah mendengarkan dengan saksama. Jangan mencoba untuk menyela pembicaraannya, atau berusaha memamerkan pengetahuanmu di hadapannya. Perhatikan dengan baik apa yang dikatakannya.
Imam Ata bin Abis Rabah berkata, "Seorang laki-laki muda pernah menceritakan sesuatu yang pernah aku dengar sebelum dia lahir. Akan tetapi aku mendengar ceritanya seolah aku belum pernah mendengarkan cerita tersebut.
Khalid bin Safwan at-Tamimi berkata, "Jika ada seseorang yang mengatakan kepadamu sesuatu yang sebelumnya sudah pernah kamu dengar, atau sesuatu yang pernah kamu pelajari, jangan memotong atau memamerkan apa yang sudah kamu ketahui. Hal itu sangat tidak sopan dan tidak baik."
Imam Abdullah Bin Wahab Al-quraishi Al-Masri berkata, "Kadang ada seseorang yang menceritakan tentang sesuatu yang pernah aku dengar sebelum orang tuanya menikah, tapi aku tetap mendengarkannya seolah aku belum pernah mendengar cerita tersebut sebelumnya."
"Ibrahim bin Al-Junaid berkata, "Seorang pria yang bijaksana berkata kepada puteranya, 'Pelajarilah seni mendengarkan fokus pandangan, biarkan orang yang berbicara untuk menyelesaikan apa yang dikatakannya, dan jangan menyela pembicaraannya."
Al Hafiz Al-Kitab Al-Baghdadi juga telah mengungkapkan mengenai hal tersebut dalam salah satu puisinya, "Jangan menyela suatu pembicaraan meskipun kamu sangat memahami setiap kata di dalamnya."
Betul, kan? Mendengar itu ada seninya. Seni itulah yang sering kuterapkan saat diajak berbicara oleh seseorang. Seni itulah yang sering kuterapkan saat menyimak pembicaraan dalam forum. Baik forum secara langsung atau forum secara tidak langsung.
Forum tidak langsung itu apa sih, misalnya? Contohnya ya seperti media sosial yang semua orang sekarang punya. WA, WA grup, facebook dan lain-lain. Jika aku tidak banyak berkomentar bukan berarti aku tidak mendengar. Aku membaca dan menyimpan dengan segenap jiwa raga.
Aku terus belajar menjadi pendengar yang baik. Semua itu demi kebaikan. Karena ada pepatah, diam itu emas. Tong kosong itu nyaring bunyinya. Air beriak tanda tak dalam.
Begitulah kira-kira.

Komentar
Posting Komentar