Dua Tahun Saja Post 2
Dua Tahun Saja
Oleh Joko Septiono
Genap sudah 3 bulan aku berdiam diri di rumah. Belum juga ada panggilan kerja yang kuterima. Rasa malu sudah semakin tebal bersarang di dada. Hasrat ingin segera bekerja belum juga terpenuhi. Meskipun begitu, usaha dan doa tak henti-hentinya aku lakukan. Semangat dan dukungan dari orang tua juga selalu menggema setiap saat.
Jingga pada suatu hari datanglah pak Slamet. Dia adalah adik bungsu dari ayahku. Aku biasa memanggilnya lik Slamet. Dia memang sering datang ke rumah karena rumahnya tak jauh dari rumahku. Rupanya dia datang membawa kabar baik. Dia menawariku sebuah pekerjaan di Malaysia.
Mendengar tawaran itu hatiku sedikit gembira. Namun aku tak bisa langsung mengiyakan tawaran itu. Aku harus membicarakannya dengan kedua orang tuaku. Tanpa sepengetahuanku ternyata ayah dan ibuku memang sudah tahu tentang hal itu. Tanpa kuduga mereka pun mengijinkankuu untuk mendaftar.
Tanpa banyak menunggu waktu aku pun langsung mempersiapkan syarat-syarat yang dibutuhkan. Selang beberapa hari aku mendaftar ke kantor penyalur tenaga kerja. Dengan di antar lik Slamet aku berangkat ke Cilacap membawa surat-surat yang diperlukan. Aku mendatangi PT. Bintan Karya Persada yang berada di Cilacap. Perusahaan inilah yang akan menyalurkanku bekerja di Malaysia.
Sebut saja pak Bernat Watimena, pemilik perusahaan penyalur tenaga kerja yang hendak aku temui. Dari namanya saja sudah kelihatan kalau belia bukan berasal dari Jawa. Memang benar pak bernat Ini berasa dari maluku. Raut wajahnya sangat sangar dengan tubuh tinggi besar, membuatku sedikit grogi saat bertemu dengannya. Namun di balik itu semua ternyata beliau ini sangat ramah murah senyum tak seperti penampilan fisiknya.
Kedatanganku ke PT itu pun tak lama. Setelah kuserahkan berkas lamaran dan beberapa saat berbincang dengan pak Bernat, aku bergegas pulang. Dengan membonceng sepeda motor lik Slamet aku melaju. Secerca kegembiraan terpancar dari wajahku. Harapan untuk segera bekerja sudah tergambar meski baru samar. Setidaknya bisa mengurangi rasa gundahku selama ini.

Semangat ayah, Jes.
BalasHapussemoga lancar urusan kerjanya aamiin
BalasHapusini ceritany nyata Kah ?
BalasHapusbisa jadi contoh ni...biar nggk pantang menyerah
BalasHapus