Dua Tahun Saja Post 12
Post 12
Dua Tahun Saja
Oleh Joko Septiono
Hari berjalan seperti biasa. Sepulang kerja aku langsung bebersih diri. Setelah selesai aku segera menunaikan kewajibanku untuk memasak. Ya, hari itu aku memang giliran piket masak.
Begitulah kami di sini selalu bergiliran dalam bertugas. Ada yang memasak dan beberes rumah. Kami terbagi menjadi 3 kelompok yang terdiri dari 2 orang. Masing-masing bekerja sama dalam memasak dan beberes rumah.
Malam itu giliranku dan Budi untuk piket. Aku bersiap untuk menunaikan tugasku. Kuambil beras dan sayuran dari dalam lemari. Aku pun mulai beraksi.
Sampai dengan setengah jalan aku tak mendapati Budi. Entah dia lembur atau kemana aku sendiri tidak tahu. Aku hanya bergumam dalam hati. Sambil terus memasak sesekali pandangan kubuang ke luar.
Aku berharap Budi datang dan membantuku. Tapi ternyata, harapan tinggal harapan sampai dengan selesai memasak Budi pun tak datang. Aku bertanya kepada Tono yang sering terlihat bersamanya di kerjaan. Dia pun menggeleng kepala tanda tidak tau.
Tugas piketku selesai. Aku dan yang lain bersiap untuk santap malam. Kami semua berkumpul di ruang depan. Obrolan ringan terlontar menjadi tanda kehangatan kebersamaan kami. Canda dan tawa terdengar renyah. hubungan persahabatan ini membuat kami seperti saudara
Tapi semua ini terasa kurang. Tak ada Budi di tengah kami.
Kami saling bertanya keberadaannya kini. Tapi tak satupun di antara kami yang tau. Entah apa yang terjadi dengan Budi saat ini. Memang akhir-akhir ini ia agak jauh dari kami semua. Budi sering pulang lambat atau bahkan tidak pulang.

Komentar
Posting Komentar