Dua Tahun Saja Post 6






Post 6
Dua Tahun Saja
Oleh Joko Septiono

Idul Fitri tinggal menghitung hari. Tak terasa hampir seminggu aku meninggalkan keluarga. Rasa rindu dan kangen mulai mendera. Hari-hari hanya bisa membayangkan keadaan di rumah. Sepinya penampungan menjadi saksi kerinduanku yang mendalam.
Hari-hari hanya diisi dengan canda dan tawa bersama teman baru. Mereka yang kukenal di tempat kerja yang baru ini seolah-olah dikirim Tuhan untuk mengalihkan kesedihanku. Sungguh, aku sangat berterima kasih pada-Nya. Pada Tuhan Maha Pencipta yang selalu punya cara terbaik untuk melipur lara.

Hari berganti hari Idul Fitri  telah tiba. Gema gaung takbir mulai terdengar. Tak terasa aku pun menitikkan air mata. Menahan kerinduan dalam dada. Malam siang silih berganti menghabiskan waktu. Aku sangat merindu. Hatiku bagai tertusuk sembilu. Semua kupendam sendiri, sebab belum ada alat komunikasi pada masa itu.

Hampir sebulan aku berdiam di rumah penampungan. Menanti kepastian dari penyalur tenaga kerja. Hati mulai resah hampa tanpa jeda. Sempat berpikir untuk berontak namun apalah daya kaki sudah melangkah. Tak mungkin lagi wajah berbalik arah. Rasa malu kian membatu ketika diri belum juga berlalu.

Tepat pada tanggal 5 Januari 2002 aku dan rombongan bertolak dari Tanjung Pinang. Menyeberangi lautan menuju Pulau Batam. Ya, Pelabuhan Pasir Gudang adalah saksi bisu atas jawaban penantianku. Kini aku benar benar berangkat ke Malaysia. Rasa suka cita tergambar jelas diwajah. Sedikit dapat tersenyum walau masih diliputi rasa sesal dan kesal. Betapa tidak. Penggalihan pekerjaan yang dijanjikan tak sesuai yang kudapatkan. 

Semula yang kutahu aku akan bekerja di pabrik, namun kini aku harus menerima kenyataan pahit. Aku di pekerjakan di proyek pembangunan sebuah rumah sakit besar di daerah Selangor Malaysia. Hal yang sangat membuatku kecewa tapi harus aku hadapi. Suport dan dukungan teman menguatkanku akan hal itu. Meski ada 2 teman yang masih bertahan di penampungan karena tidak siap untuk pengalihan pekerjaan.

Menjelang malam aku mendarat di Pelabuhan Setulang Laut, daerah Johor Malaysia. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dokumen keimigrasian aku langsung menaiki bus sesuai yang sudah ditentukan. Malam itu juga aku melaju menuju negara bagian Selangor. Tepatnya di Sungai Buloh Selangor yang kurang lebih butuh waktu 7 sampa 8 jam perjalanan. 

Menjelang pagi aku sampai juga aku di tempat tujuan. Bus yang kutumpangi langsung masuk ke lokasi pemukiman pekerja proyek rumah sakit. Sepanjang mata memandang, yang kulihat ada puluhan rumah-rumah dan truk kontainer berjejer rapi.

Komentar

  1. bertahan walapun tak sesuai yang diinginkan pastu sulit

    BalasHapus
  2. kalau kita di sini terbiasa dengan kata-kata "betah karena butuh" hehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dua Tahun Saja Post 5

Tantangan Kedua: Ayah Jesi Bercerita

ULASAN PADAT BUKU JUZ 'AMMA TAFSIR AL AZHAR