Dua Tahun Saja Post 5
Post 5
Dua Tahun Saja
Oleh Joko Septiono
Pengalaman pertamaku berlayar menyeberangi samudra, menggunakan kapal yang sangat besar, menurutku perjalanan ini akan menempuh waktu yang cukup lama. Dan benar saja, 3 hari 2 malam aku berada di dalam kapal. Pengalaman inilah yang membuatku sedikit banyak gleyengan karena mabok laut. Tak hanya sekali tapi berkali-kali aku harus merasakan sensasinya.
Selain kondisi tubuh yang memang sudah lelah karena perjalan dari Cilacap ke Jakarta. Di tambah lagi aku yang masih tetap berpuasa membuatku semakin mudah untuk pusing. Selain itu asupan makanan di dalam kapal yang tidak sesuai selera menjadikanku untuk tidak makan. Hanya mengandalkan makanan instan saja yang aku bawa dari rumah. Namun itu semua tak mengerdilkan semangatku.
Untung lah aku tak sendiri ada teman satu tim yang senantiasa menolongku. Sebut saja namanya Salim, lelaki kalem ini yang pertama kali aku kenal. Dia berasal dari daerah Kroya yang juga punya tujuan sama sepertiku. Aku belum banyak ngobrol dengannya. Tapi setidaknya aku sudah mulai mengenalnya. Dia banyak membantuku saat aku mengalami mabok laut.
Selain itu juga ada juga Antono, dia orang kedua setelah Salim, orang yang mulai kukenal. Sedikit berbeda dengan Salim, Antono ini lebih banyak berbicara dan aktif. Dia banyak bercerita tentang pengalaman sebelumnya. Antono yang sebelumnya pernah bekerja di Malaysia banyak memberikan ceritanya kepadaku dan juga Salim.
Aku dan tim berjumlah 18 orang yang berasal dari berbagai daerah di Cilacap. Ada juga 2 orang yang berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Berbagai usia menjadi satu pelengkap dalam kebersamaan itu. Aku merupakan orang termuda diantara yang lain. Bagaimana tidak usiaku yang baru menginjak angka 19 tahun, masih sangat awam dengan dunia luar.
Pada hari minggu sore kapal yang kutumpangi bersandar di Pelabuhan Tanjung Pinang. Aku dan rombongan antre menuruni anak tangga kapal. Sampai di pelabuhan sudah ada orang yang menjemput. Aku dan rombongan langsung di antar menuju rumah penampungan yang memang sudah disiapkan.

Ayah Jesi, mau kemana emang 2 tahun lalu? Berpetualang kah?
BalasHapustulisannya nya bagus bang, semangat lagi menulisnya jangan lupa singgah di blog saya
BalasHapusdapat pengalaman baru
BalasHapus"Diantar" atau "di antar", Pak? ��
BalasHapusSaya kadang juga suka khilaf penulisan, Pak. Habis nulis selalu self-editing. Itu saja masih terlewat.
Semangat ngODOP
Waah.. prolog petualangan nih. masih bertanya-tanya apa yg akan jadi ceritanya.. haha Mantap Ayah Jesi! XD
BalasHapusMerantau ya ayah Jesi?
BalasHapusBtw, semangat nulisnya😀
Waah, berpetualang terombang-ambing di laut lepas 😊
BalasHapusPengalamannya luar biasa ayah jesi...
BalasHapusPengalaman berharga ya...
BalasHapus