Dua Tahun Saja Post 14



Post 14
Dua Tahun Saja
Oleh Joko Septiono

Siang itu jam dinding sudah menunjuk pukul dua belas kurang lima menit. Aku bersiap untuk istirahat dan makan siang. Aku pun bergegas menuju mesin absen yang berada di depan office.

Belum juga sampai tiba-tiba Bang Nadim memanggilku dari balik tembok. Aku berhenti dan menunggunya sejenak. Dia datang menghampiri sambil menyodorkan kartu absen punyaku. Aku kembali berjalan beriringan dengannya.

Sampai di depan office bang nadim menyuruhku masuk ke dalam. Aku sedikit kaget dan bertanya-tanya. Namun Bang Nadim meyakinkanku dan terus menyuruhku. Tak mau berlama-lama aku pun bergegas masuk.

Oh benar di dalam kantor ada Mr Liem yang tengah duduk menantiku. Dia mempersilakanku duduk di kursi hitam yang ada di depannya.

Hatiku berdebar kencang saat itu. Dalam pikirku juga terus bertanya ada apa ini. Baru kali ini aku di panggil bos Killer kaya dia. Gumam kecilku dalam hati. Tarikan nafas panjang mengisyaratkan ketakutanku.

Tak lama setelah selesai menelpon, Mr Liem mulai berbicara padaku. Beberapa pertanyaan dilontarkannya padaku. Aku pun menjawab dengan singkat saja. Sambil sesekali doa membuka-buka buku tebal di tangannya.

Tak sedikitpun pandanganku lepas darinya. Aku sudah bersiap mendengar apapun yang akan dia katakan. Ntah itu pujian, hadiah, atau bahkan hukuman sekalipun.


Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dua Tahun Saja Post 5

Tantangan Kedua: Ayah Jesi Bercerita

ULASAN PADAT BUKU JUZ 'AMMA TAFSIR AL AZHAR