Dua Tahun Saja Post 1




Post 1
Dua Tahun Saja
Oleh Joko Septiono

Cerita berawal pada pertengahan tahun 2001. Tepatnya setelah aku lulus dari sekolah menengah kejuruan. Aku yang berasal dari keluarga pas-pasan harus memendam keinginan untuk bisa mengenyam bangku kuliah. Kedua orangtuaku hanya seorang petani desa yang tak punya cukup uang untuk mengantarku jadi sarjana. Tapi tak masalah bagiku. Aku terap optimis menjalani hidup ini.

Mengisi kegiatan sehari-hari aku membantu kesibukan ayah dan ibu bertani di sawah. Meski aku tak begitu tentang cara kerja petani, namun sedikit demi sedikit aku mengerti betapa perih dan lelahnya bekerja di sawah. Panas dan terik matahari memberiku ilmu betapa pentingnya berterima kasih kepada kedua orang tua karena beliaulah aku bisa seperti sekarang ini.

Kegiatan tak hanya berhenti di situ, aku tetap ingin mencari pekerjaan. Beberapa surat lamaran sudah aku kirimkan melalui bursa kerja sekolah. Namun aku masih harus bersabar karena belum satu pun panggilan kerjaku dinyatakan diterima. Lulus dengan nilai tinggi bukan menjadi jaminan kemudian bisa langsung kerja. Terlebih perkembangan teknologi belum secanggih seperti sekarang. Segala informasi bisa diakses melalui internet. Segalanya masih manual.

Aku anak desa. Sungguh. Aku tinggal di desa dengan akses yang cukup jauh dari kota. Keadaan itu tak menyulitkanku menerima informasi. Ya. Desaku memang jauh dari kota. Berjarak kurang lebih 41 kilometer dari pusat kota.

Untuk dapat informasi lowongan kerja saja aku harus pergi ke kota. Aku harus naik ojek dan angkutan umum kira-kira satu jam setengah dengan biaya yang tak sedikit. Keterbatasan informasi dan minimnya sarana membuat langkahku tersendat. Beberapa lama aku masih diam di rumah tanpa pekerjaan.

Lama kelamaan perasaan malu karena masih menganggur mulai menyelinap dalam hatiku. Gunjingan dan bisik-bisik tetangga mulai sampai ke telingaku. Aku mulai membatasi pergaulanku di lingkungan. Jarang keluar rumah menjadi jalan terbaik yang kutempuh. Lebih banyak berdiam di rumah membantu kakek mengurus masjid.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dua Tahun Saja Post 5

Tantangan Kedua: Ayah Jesi Bercerita

ULASAN PADAT BUKU JUZ 'AMMA TAFSIR AL AZHAR