AYAH JESI BERENANG PART 1

 




Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, Apa kabar teman-teman? Jumpa lagi dengan Ayah Jesi ya setelah sekian lama. Banyak hari, banyak cerita dan banyak kisah tentunya. So, tak perlu nunggu lama, di blog ini akan saya sajikan beragam cerita dan kisah yang semoga saja menarik untuk disimak.

 

BERIKUT CERITA YANG PERTAMA:

 

AYAH JESI BERENANG PART 1

Joko Septiono

@RumahClever, Cilacap, 30 September 2020: 19.40


Menghadapi musim pandemik yang belum berakhir dan masih terus menghangat dengan isu yang berkembang membuat lembaga memberikan kebijakan kepada setiap pegawainya untuk lebih bisa menjaga kesehatan, salah satunya dengan berolah raga. Lembaga pun memberi beberapa pilihan cabang olahraga diantaranya voli, senam, futsal, renang dan bulutangkis.


Menindaklanjuti kebijakan itu maka saya memutuskan untuk memilih olahraga renang. Mengingat saya yang memang belum bisa berenang juga karena waktu pelaksanaannya yang sangat memungkinkan untuk bisa mengikutinya.


Hari Jum'at siang menjadi awal mula kegiatan berolahraga berenang dimulai. Bertempat di sebuah water park yang berada di dekat kantor saya dan beberapa rekan kerja mulai berkumpul untuk bersiap.


Dengan bermodal tekad dan semangat yang tinggi saya yakin akan bisa. Lagi pula saya sudah sedikit bisa berenang menjadi modal tambahan. Meski tanpa tehnik yang benar dan sesuai aturan yang seharusnya.


Dibawah terik matahari yang sudah kelewatan tinggi saya dan rekan yang lain mulai berkumpul di tepian kolam. Bersiap dengan pakaian renang dan tentunya perlengkapan penunjang lainnya seperti kacamata dan papan pelampung.


"Mari kita pemanasan dulu sebelum masuk ke kolam!" Kata pak Imam selaku pelatih.


Saya pun mulai melakukan gerakan ringan untuk melemaskan otot-otot tubuh. Menggelengkan kepala hingga menekuk kaki kebelakang untuk menarik otot kaki dan paha supaya tidak kaku.


Tak butuh waktu lama saya melakukan pemanasan di tepian kolam. Sungguh tak sabar ingin rasanya segera masuk ke kolam merasakan kesegarannya. Kilauan bening airnya sungguh menggoda. Ditambah lagi warna biru dinding dan dasar kolam yang terlihat begitu menyejukkan mata siapapun yang melihatnya.


"Wah...dingin banget" ucapku seketika begitu  menceburkan tubuh ini ke kolam yang tak begitu dalam.


Sedikit mendengarkan arahan pelatih sembari melakukan gerakan ringan sebagai awalan. Sedikit takut dan berdebar jantung ini, maklum sudah cukup lama tidak bermain air seperti ini. Meski begitu saya siap mencoba untuk berenang.


"Maaf pak Joko gerakannya masih kaku sekali" kata pak imam memberi koreksi.


Saya pun segera menghentikan gerakan yang sedang dilakukan. Dengan sedikit tertatih berjalan di dalam air saya menghampiri pak Imam yang tengah berdiri di tepian kolam.


"Yang benar gimana pak?" Tanyaku balik.


Pak imam pun memberikan contoh gerakan gaya katak yang benar. Saya memperhatikan dengan seksama penuh semangat meski dinginnya air mulai menguasai keadaan.


Beberapa kali melihat dan mendengar arahan pak Imam, saya mulai sedikit mengerti walau belum secara benar keseluruhannya.


Hampir satu jam lebih saya berada di dalam kolam. Hawa dingin yang tadinya sangat terasa kini mulai meninggalkan tubuh ini. Walau belum dinyatakan berhasil aku terus bersemangat mencoba dan terus belajar. Saya yakin usaha yang sungguh-sungguh pasti akan membuahkan hasil terbaik. Bukan tidak mungkin suatu saat kelak saya akan bisa berenang dengan benar dan bisa mengajarkan ilmu yang saya dapat kepada orang lain.


Semangat terus pantang menyerah karena segalanya butuh proses yang tak mudah.

 

Bersambung ...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dua Tahun Saja Post 5

ULASAN PADAT BUKU JUZ 'AMMA TAFSIR AL AZHAR

Tantangan Kedua: Ayah Jesi Bercerita