Nulis Bareng Youthpress: Tugas Surat: "Sepenggal Mimpi" Oleh Joko Septiono



Sepenggal mimpi untuk Ibu

Dear Ibu

Hidup itu ujian ya Bu...

Ya Bu, hidup adalah sebuah ungkapan yang mungkin selaras dengan apa yang kujalani. Hidup dalam belenggu keterbatasan ekonomi dan status sosial salah satunya. Melewatkan masa kecil demi tanggungjawab yang harus dipikul lebih dini.

Bagaimana tidak, Bu? 

Sebagai anak pertama dari 5 bersaudara aku sangat merasakan itu. Namun mau tidak mau, harus dan harus, aku tetap menjalaninya walau terkadang menangis pilu. 

Senyum riang tetap kusuguhkan  untuk mereka adik-adik tercinta.

Karena alasan itulah ibu meninggalkan kami semua. Bukan tanpa alasan ibu pergi menjauh dari pelukan anak-anakmu, Bu. 

Faktor ekonomi menjadi alasan kuat untukmu meninggalkan keluargamu, meninggalkan Kamis semua di sini. 

Harapan besar dari orangtua agar anak-anaknya hidup jauh lebih baik, itu pasti 

Kepergianmu ke luar negeri menjadi jalan yang ibu tempuh dengan harapan mampu memperbaiki keadaan ekonomi keluarga serta membahagiakan anak-anakmu. 

Menyekolahkan aku dan adik-adik agar lebih bisa menatap masa depan yang lebih baik. Impian dan perjuangan yang begitu sangat mulia tentu.

Harapan penuh tercurah dari hati kami anak-anakmu, ibu...

Kami yang selalu merindukan kehadiran dan pelukanmu. Rindu yang tumbuh dalam hati masih harus terpendam dalam. Hanya doa terbaik tak henti kupanjatkan untukmu. Semoga selalu mendapat yang terbaik dari yang Maha Kuasa.

Sungguh anugerah terindah saat kami bisa bersua dengan ibu. Merajut mimpi yang terbentang di depan mata. Melebur segala rasa yang lama tersimpan dalam dada. 

Ibu kami menantimu kembali di sini. Bercengkerama penuh canda dan tawa bersama.

Dari anakmu yang menggenggam sepenggal mimpi untuk Ibu....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dua Tahun Saja Post 5

ULASAN PADAT BUKU JUZ 'AMMA TAFSIR AL AZHAR

Tantangan Kedua: Ayah Jesi Bercerita